Process Oriented : Dalam bisnis semuanya adalah Proses

Pembaca yang budiman, saya ingin sedikit cerita, belakangan saya kembali tertarik untuk belajar salah satu bahasa pemrograman komputer. Memang saya tidak ada latar belakang pendidikan IT, cuma senang utak-atik komputer. Inipun saya lakukan sekadar menyalurkan hoby saja (atau mungkin obsesi ya?). Itung-itung sekalian mengasah otak kiri🙂

Saat mulai berinteraksi dengan Ubuntu Linux saya tambah penasaran ingin mencoba belajar bahasa pemrograman. Pilihan jatuh pada salah satu bahasa yang katanya Object Oriented Programming (OOP). Inti dari OOP adalah semuanya diperlakukan sebagai Object, data juga diperlakukan sebagai Object.

Saya tidak ingin membahas panjang lebar tentang bahasa pemrograman tersebut. Cuma setelah sedikit belajar ada yang menarik untuk dijadikan analogi dalam kaitannya dengan dunia bisnis. Kalau di bahasa program tersebut semua diperlakukan sebagai Object, maka dalam bisnis boleh saya analogikan “Semua Adalah Proses“.

Saat mulai berencana merintis usaha, saat mengawalinya, saat mendapat masalah, saat menerima keuntungan, bahkan saat jatuh rugi-pun semuanya adalah PROSES. Mungkin selama ini kita hanya terpaku pada tujuan atau motivasi awal merintis usaha, entah untuk mendapatkan tambahan income, agar bisa cepat kaya raya, dan lain-lainnya, jadinya malah mengabaikan prosesnya. Akibatnya ingin yang serba instan, begitu buka usaha maunya langsung bisa beli mobil dan rumah rumah baru.

Tidak salah sich, kalau memang pilihan bisnisnya menjanjikan dan berhasil. Tapi secara umum, kalau cuma fokus ke tujuan dengan mengabaikan proses akan banyak menimbulkan rasa frustasi kalau gagal mencapainya. Atau akan mengambil langkah-langkah yang sembrono, pokoknya asal tujuannya tercapai. Terus yang berbahaya umumnya juga berlaku “easy come, easy go“. Kalau sukses diperoleh secara instan, bersiaplah untuk gagal secara instan juga.

Menikmati proses itu mungkin kata kuncinya. Kalau kita perhatikan para pengusaha sukses juga mereka tidak pernah berhenti berproses. Selesai satu urusan dilanjutkan dengan urusan yang lain. Sukses dengan bisnis yang satu, dilanjutkan dengan bisnis yang lain. Saat mengalami kejatuhan juga tidak menjadikan dunia serasa kiamat. Kembali proses dilanjutkan untuk kembali bangkit. Saat materi sudah berkelimpahanpun, proses bisnis tetap jalan.

Analogi lain, mungkin sama seperti pohon. Untuk menjadi pohon yang tinggi besar dan kokoh, pohon tadi pasti melalui serangkain proses, dari benih->kecambah->pohon kecil->tumbang->bangkit lagi->kena badai->patah ranting->bangkit lagi->sampai akhirnya menjadi pohon yang besar. Setelah besarpun masih terus berproses. Itulah kehidupan, berhenti berproses berarti mati.

Kita manusiapun untuk menjadi dewasa melalui banyak proses kan?

Jadi bagi yang baru mau akan memulai bisnis, atau bagi yang bisnisnya belum maju-maju, jangan khawatir itu adalah proses. Dan bersiaplan untuk melewati proses berikutnya. Bergerak maju terus mengikuti proses. Asal jangan lupa untuk memprogam proses bisnis anda, karena Andalah yang memiliki kuasa atas maju mundurnya bisnis Anda.

Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, https://fuadmuftie.wordpress.com

11 Balasan ke Process Oriented : Dalam bisnis semuanya adalah Proses

  1. dwi Yanto mengatakan:

    Bahasa Pemrograman kok jadinya bisnis yang di bahas…:D 🙂
    Eman kalo enterpreneur sejati segala sesuatu bisa nyangkut ke bisnis.
    salam sukses Pak

  2. Fuad Muftie mengatakan:

    Habis kalau mau ngebahas bahasa pemrograman belum maqom saya Pak. Baru kenal kulitnya doang. Tapi sungguh suatu pencerahan baru bagi saya bisa belajar bahasa pemrograman. Filosofi-filosofi para programmer juga banyak yang sejalan dengan semangat wirausaha. nanti insyaAlloh saya coba gothak-gathik-gathuk-kan lagi ‘temuan baru saya’😀

    Salam
    FM

  3. uwiuw mengatakan:

    betul melalui pahit-manis, kalau istilahnya sebungkus indomie pun didewa-dewa…krn cuma mampu makan pake itu.

    ngerintis bisnis tuh ya kayak gitu
    😀 nyambung ngak ?

  4. Fuad Muftie mengatakan:

    Makasih Uwiuw, ya… disambung-sambungin tetep nyambung koq.

    Salam
    FM

  5. Bambang Triwoko mengatakan:

    Apa kabar mas FM ? Kayaknya lagi enjoy menikmati “proses” nih…
    Semoga Addina makin melejit.
    Salam sukses buat mas FM & keluarga.

    Bb.Triwoko

  6. Fuad Muftie mengatakan:

    Alhamdulillah baik2, Yup betul lagi nyoba mendalami proses demi proses. Lagi sering nginjek rem juga, biar nggak melenceng arahnya.

    Sukses juga ya Mas Bamb’s

    Salam
    Fuad Muftie

  7. agung firdaus mengatakan:

    Tepat sekali pak,
    cara belajar yang paling baik adalah dengan learning by doing dan menikmati prosesnya.

  8. sony mengatakan:

    Setuju sekali pak….

    Menurut saya, agama kitapun process oriented… Yang dilihat amal kita… proses yang kita lalui… Sedangkan hasil, sebenarnya adalah hak prerogatif Allah… Allah bisa memberikannya setelah melihat effort atau amal atau proses yang sudah kita lalui…
    Bisa saja yang menurut kita sudah optimal, menurut Allah belum saatnya… Atau sebaliknya… menurut kita proses atau upaya kita cuma segitu… eh kok hasilnya bisa un-expected luar biasa… Karena menurut Allah kita sudah layak untuk mendapatkan hasil itu…

    Bagian kita adalah di prosesnya… Hasilnya… terserah Allah…

    Sukses selalu!!!

    Wasalam

    Sony

  9. Fuad Muftie mengatakan:

    Terimakasih Pak Agung Firdaus & Pak Sony

    Semoga kita selalu ingat tentang pentingnya Proses, boleh berharap dan memimpikan hasil, tapi tetap ingat step by step untuk meraihnya.

    Sukses & FUNtastic
    Fuad Muftie

  10. bintang gatimurni mengatakan:

    saya ibu rumah tangga 47 th , baru 4 bln memulai bisnis warnet, setelah 8 thn mengelola sebuah wartel yang nyaris kian redup incomenya , pengetahuan saya tentang komputer sangat minim, “proses ” berdiri nya warnet saya butuh waktu satu tahun, semua nya saya kerjakan secara bertahap,
    Dalam proses tsb , turut saya libatkan ke 3 anak saya , mereka memberi berbagai masukan , dari properti (media/tempat) sampai ke pengadaan prangkat,
    Berulang kali saya nyaris putus asa , bolak balik menangis dan merasa tertekan, karena orang2 yang terlibat langsung dengan “proyek kecil ” saya ini cenderung ingin membodohi saya , ternyata semua benturan2 tadi menjadikan saya, terpacu untuk belajar lebih banyak lagi , secara otodidak saya belajar isi “jeroan” perangkat komputer dll.
    Mengenai sumber dana, saya harus berulang kali ngelobby dengan pihak “pukk” , berusaha menyakinkan mereka bahwa , saya “mampu” , dalam hal ini, sejujurnya saya katakan , andai saya sebangsa yang ber nyali kecil, saya tak pernah bisa mewujudkan impian saya ini.
    Pada akhirnya saya meyakini , bahwa sebuah proses dalam berbisnis , adalah justru mengajarkan kita kepada pendewasaan dalam berfikir dan bersikap. saya jadi lebih banyak mendengarkan , menyimak .
    Proses berbisnis memakan waktu sangat lama , karena dana saya terbatas.
    Warnet saya bersatu dengan rumah , ngirit biaya sewa gedung , mudah mengkontrol, dan yang paling “penting” saya bisa sambil ibadah , sambil mengajari tetangga sekitar rumah untuk mengetahui “internet itu apaa??”
    Pak Fuad , sukses selalu untuk anda

    Salam.

    bintang gatimurni.

  11. Fuad Muftie mengatakan:

    Bu Bintang
    Banyak-banyak terimakasih atas cerita perjalanan bisnis Ibu. Saya salut dengan kegigihan Ibu, banyak yang bisa diambil sebagai pelajaran dari perjalanan Ibu.

    Saya ingin memberi komentar yg lebih panjang, mudah2an besok bisa saya posting lagi.

    Sukses juga buat Bu Bintang

    Salam
    Fuad Muftie

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: