Keyakinan untuk Berhenti Kerja dan Membuka Usaha

Assalammu’alaikum Pak Muftie …

Saya seorang ibu rumah tangga dengan satu orang anak, juga karyawati sebuah perusahaan kosmetik. Sebulan terakhir ini saya lagi ‘ngebet2nya’ pingin berhenti kerja dan membuka usaha sendiri. Kepikiran untuk buka Rias Pengantin tapi belum bisa nyanggul, berarti kan musti kursus dulu.

Kepikiran usaha lainnya adalah jualan makanan mateng di kawasan perkantoran dengan menggunakan mobil kijang yang nganggur di rumah, tapi saya gak jago masak. Terus terang Pak, saya masih takut, bingung (Bpk pasti sering baca imel2 spt ini ya Pak).

Dengan kerja berdua saja hari-hari kami masih aja ada kekurangan, apalagi klo saya berhenti bekerja?!?!?! Tapi untuk terus bertahan kerja kantoran pun saya sudah jenuh! Apalagi klo inget putra tercinta saya kini berusia 3 tahun, ini merupakan periode keemasannya untuk tumbuh dan berkembang.

Saya ingin dapat masukan dari Bapak, kira2 apa yang musti saya persiapkan (baik secara fisik maupun mental) dengan status saya nanti yang bukan karyawati lagi? Selain itu juga apa yang musti difikirkan sebelum kita membuka usaha?

Tolong beri saya pencerahan Pak. Tolong yakinkan saya, bahwa langkah saya untuk berhenti kerja, mengurus keluarga lebih intens, dan memulai usaha adalah TIDAK SALAH! Terima kasih. Wassalammu’alaikum.

Salam,
D

====================

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Ibu D, salam kenal, bahagia saya mendengar Ibu ingin membuka usaha sendiri. Semakin banyak yg mau membuka usaha sendiri InsyaAlloh Indonesia akan cepat maju.

Yang harus dipersiapkan pertama adalah mental, pikiran, dan keyakinan dulu Bu. Keyakinan seperti “kalau saya berhenti bekerja, saya akan kekurangan” sebaiknya diganti dan diubah menjadi “Kalau saya berhenti bekerja, berarti saya bisa total menjalankan usaha, dan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar berlipat-lipat ganda”.

Ingat apapun yang Anda yakini, itulah kenyataannya. Anda yakin anda miskin berarti anda miskin dan kalau anda yakin anda kaya berarti anda kaya. Memang akan terasa ada kontradiksi antara pikiran / keyakinan dengan kenyataan, tapi faktanya cepat atau lambat kenyataan akan mengikuti keyakinan kita. Dan itu sudah dibuktikan oleh orang-orang yang dinilai sukses. Silahkan baca buku-buku motivasi….

Begitu juga keyakinan bahwa untuk berbisnis rias pengantin harus bisa nyanggul, bisa jadi itu keyakinan yang keliru. Bisa saja Ibu membuka usaha rias pengantin, dengan mempekerjakan orang yang bisa nyanggul. Tinggal pinter-pinternya Ibu mencari karyawan. Saya dulu juga seperti ibu, saya berpikir untuk membuka bengkel berarti saya harus bisa jadi mekanik, makanya saya bela-belain kursus montir mobil dan montir sepeda motor. Setelah selesai kursus ternyata saya tidak juga berani membuka usaha bengkel!

Ibu juga bisa keliru dengan keyakinan bahwa untuk usaha makanan harus bisa masak. Karena saya punya teman yang punya warteg, tapi dia tidak bisa bikin masakan warteg. Yang dia lakukan adalah menyiapkan tempat, peralatan, dan mempekerjakan orang dari Tegal sebagai koki dan pelayannya.

Saran saya, mulai saat ini fokuskan pada pada perubahan pikiran, keyakinan, dan mindset Ibu dulu. Hal ini dulu saya lakukan dengan terus membayangkan saya bisa punya usaha, ini saya pikirkan saat mau tidur, saat bangun tidur, saat mandi, saat bengong, saat dalam perjalanan, kapanpun pikiran sedang ‘kosong’, saya ingatkan untuk fokus pada pikiran “saya harus bisa membuka usaha“. Pada saat itu saya tidak terpikir untuk membuka kios jilbab dan busana muslim. Pokoknya pikirkan terus dan yakinkan terus dalam diri sendiri bahwa saya harus bisa, harus segera dan secepatnya bisa membuka usaha. Pada saatnya tahu-tahu ‘cling’ muncul inspirasi / ide untuk buka toko jilbab.

Satu lagi, usahakan cari bidang yang benar-benar Ibu minati, jangan cuma bidang yang diinginkan lho. Kalau minat di kecantikan, bisa usaha jualan kosmetik, jasa salon, rias pengantin, dll. Kalau minat di kuliner, bisa buka restoran, buka warteg, buka warung tenda, buka burger, jualan jus buah, es buah, dll. Yang penting tentukan dulu bidang yang diminati dan kalau nantinya dijalankan benar-benar bisa enjoy menikmatinya.

Yang terakhir, kalau Ibu tetap bertahan jadi karyawati dan suami tetap karyawan seperti sekarang ini, tanpa melakukan perubahan, 10 tahun kedepan kondisinya juga nggak jauh beda, terus merasa kekurangan. Tapi kalau Ibu hari ini bisa mulai melakukan perubahan, InsyaAlloh 10 tahun lagi, nasib ibu sudah jauh langit dan bumi. Setidaknya mulailah dari perubahan pikiran, tetap berpikiran positif dan tetap buka pikiran dengan segala kemungkinan dan segala peluang.

Semoga bisa membantu

Salam
Fuad Muftie
© 2007, https://fuadmuftie.wordpress.com

Iklan

53 Responses to Keyakinan untuk Berhenti Kerja dan Membuka Usaha

  1. Sidiq Atto berkata:

    bisnis rumahan yang ini nih yang harus ane coba.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: