Oleh-Oleh Milad II TDA : Hitung Ruginya Dulu Sebelum Memulai Usaha

Bahagia dan beruntung sekali saya berkesempatan menghadiri acara Milad (Ulang Tahun) komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Gedung BSM Jakarta tanggal 27 Januari 2008 yang lalu. Selain bisa bersilaturahim dan menjalin network dengan member TDA lainnya, isi acaranya sendiri sangat berbobot, muanthabb abizzzz.

Dalam kesempatan ini dan kesempatan kedepan (insyaAlloh) saya ingin sedikit mengulas isi, issue, atau materi dari para pembicara di Acara Milad II TDA tersebut. Saya memang tidak mencatat langsung atau merekam acaranya. Sehingga mungkin dalam penyampaian di sini tidak sama persis dengan yang disampaikan para pengisi Acara.

Mungkin juga tulisan saya akan bias karena tercampur dengan persepsi saya dan telah terfilter sesuai pengetahuan dan persepsi saya pribadi. Yang penting mudah-mudahan, bisa bermanfaat bagi yang tidak sempat hadir dan bisa menjadi pengingat bagi yang sempat hadir di Acara Milad II TDA. Dan yang ingin saya bahas adalah sesuai tema blog saya yaitu lebih khusus tema-tema yang cocok untuk pemula bisnis atau calon pebisnis.

Kali ini saya ingin membahas salah satu issue yaitu tentang persiapan sebelum membuka usaha. Satu hal yang paling berkesan adalah pesan dari Pak Perry Tristianto raja Factory Outlet, yang berpesan kalau mau membuka usaha ukur kerugiannya, jangan menghitung-hitung untungnya dulu.

Tentu pesan tersebut ada maksudnya. Bukan bermaksud meremehkan kebiasaan kita untuk membuat rencana bisnis (business plan), proposal bisnis, dan semacamnya. Karena umumnya yang ditonjolkan dalam proposal seperti itu adalah bagaimana potensi keuntungannya, berapa besar marginnya dan lain-lain. Aspek kelemahan dan potensi kerugian umumnya tidak terlalu ditonjolkan, bahkan mungkin ditutup-tutupi.

Nah pandangan Pak Perry ini membalik kebiasaaan kita. Kalau mau buka usaha hitung ruginya dulu kalau sampai-sampai usahanya tidak jalan. Maksudnya seberapa kuat kita menanggung ruginya kalau usaha tidak jalan.

Contohnya mungkin seperti yang saya lakukan sebelum membuka kios Addina. Saya berani membuka Kios Addina karena perhitungan saya usaha sudah bisa jalan dengan menggunakan sebagian dari tabungan saya. Sehingga kalau-kalau usaha tidak jalan saya masih bisa mentolerir dan masih punya cadangan dana dari sebagian tabungan lainnya.

Berbeda mungkin ceritanya kalau pada awal membuka toko Addina, saya harus menghabiskan seluruh tabungan saya, menjual kendaraan saya, dan ditambah lagi dengan hutang dari berbagai pihak. Sebagai seorang pemula bisnis, saya tentu belum siap kalau harus menanggung resiko sebesar itu. Padahal kalau mau ideal membuka toko busana, modal yang saya punya masih sangat kurang. Tapi saya tetap berani karena saya sudah memperkirakan resiko kehilangan materi jika usaha tidak jalan dan resiko ini masih dalam kendali atau masih dalam jangkauan kemampuan saya.

Kalau sudah siap dengan kerugian seperti ini dampaknya bagi kita akan ikhlas kalau usaha gagal berjalan. Dan yang lebih dahsyat effeknya, kalau usaha benar-benar jalan dan dapat untung, wah berarti seperti mendapat bonus ganda kan? Usaha jalan, terhindar dari kerugian, dan dapat untung pula.

Barangkali sama seperti yang diungkapkan Om Bob Sadino bahwa beliau menjalankan usaha bukan mencari untung, tapi mencari rugi! Nah lho. Lebih lanjut menurut Om Bob, kalau buka usaha hanya untuk mencari untung kan sering dapat juga ruginya kan. Nah kalau usaha yang dibuka untuk mencari rugi maka bisa juga dong dapatnya untung. Kalau ternyata dapat untung maka kita akan sangat bahagia dan lebih bersyukur berlipat ganda. Begitu kurang lebihnya.

Kira-kira seperti itu yang bisa saya tangkap dari pesan Pak Perry tersebut. Nah bagi Anda yang baru akan memulai berwiraswasta, sebelum membuka usaha hitung dulu seberapa besar kerugian yang bisa Anda terima dan bisa Anda tanggung. Jangan terlalu menggebu-gebu dengan ide-ide yang muluk-muluk kalau sampai harus menghabiskan harta benda dan akan membuat Anda bangkrut habis-habisan.

Mungkin bagi rekan-rekan yang tergabung dalam milis-milis bisnis, akan ingat dengan kisah salah seorang yang punya rencana bisnis yang sangat tinggi, ternyata saat bisnisnya mandeg yang diperoleh adalah kebangkrutan yang mengantarkan beliau harus hidup di ‘rumah tupai’. Memang itu bagian dari salah satu episode dan dinamika pengusaha. Tapi seperti yang dipesankanPak Wuryanano, jangan sampailah memulai usaha harus bangkrut habis-habisan dulu.

Semoga bisa menginspirasi.

Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2008,
https://fuadmuftie.wordpress.com/

Iklan

5 Responses to Oleh-Oleh Milad II TDA : Hitung Ruginya Dulu Sebelum Memulai Usaha

  1. Dyah berkata:

    Kok aku gak ketemu Pak Fuad ya di Milad kemarin, aku duduk depan sendiri takut ada yg terlewat…he..he

  2. Fuad Muftie berkata:

    Saya duduk di tengah Bu, maunya duduk di depan tapi sudah penuh, karena datangnya sudah agak terlambat 🙂

    Wassalam
    FM

  3. aji berkata:

    Salam kenal pak fuad,
    bener pak, memang paparan pak perry kemaren sangat menyihir. Dengan gaya yang santai tapi mengena, beliau mengungkap hal-hal kecil tetapi sangat inspiratif. Sampai-sampai yang dibelakang seperti saya kemaren, sangat bersemangat mendengarnya.

  4. Fuad Muftie berkata:

    Salam kenal Pak Aji

    Memang kalau kita amati orang-orang sukses yang memulai dari bawah, akan sangat membumi. Kata-kata dan ucapannya bisa menjadi inspirasi bagi para pemula seperti saya.

    Koq duduknya di belakang Pak?

    Wassalam
    FM

  5. […] Outlet seperti yang disampaikannya pada acara Milad TDA 2 beberapa waktu lalu (baca liputannya di sini) […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: