Jebakan Selera Pribadi Saat Memilih Barang Dagangan

Keberhasilan berjualan produk-produk garmen banyak sekali faktor penentunya. Mulai dari suplier, produk, pemasaran, pembeli, sampai detail-detail transaksi jual-belinya. Tentang suplier, kemarin sempat saya ceritakan di sini mengenai cara kita menemukan suplier yg cocok. Nah yang menarik adalah pada pemilihan produknya itu sendiri. Karena itulah komoditi jualan kita, itulah yang akan mengisi toko kita, dan produklah yang akan menjadi profit generator bagi toko retail kita.

Pemilihan produk garmen untuk dipajang dan di jual di toko, juga memiliki banyak variable yang perlu diperhatikan. Mulai dari model, corak, warna, bahan, merk, sampai ke harganya. Bagi pemula bisnis ritel garmen pasti awalnya akan bingung memilih produk yang mana yang cocok dan pass di jual di toko kita.

Langkah mudahnya sich tinggal tanya pada supliernya, mana produk yang paling laris, itulah yang kita jadikan acuan pada awalnya. Tapi jangan kecewa kalau supliernya menyisipkan produk-produk yang kurang laku. Kan mereka juga ingin semua produknya bisa keluar terjual🙂

Cara lainnya adalah mencoba menempatkan kita pada posisi sebagai ‘calon pembeli’ toko kita sendiri. Kira-kira mereka mau nggak ya memilih dan membeli produk yang seperti ini nantinya. Secara teoretis, inilah proses mencocokkan produk dengan segemen pasar kita.

Dengan cara ini kita juga mesti hati-hati, karena kita sering hanya menggunakan selera pribadi dalam memilih produk yang akan dijual di toko kita. Memang pemilihan produk bisa sangat subyektif, apalagi berkaitan dengan tren dan gaya hidup. Suatu produk bisa saja kita anggap akan mampu kita jual dan sepertinya akan laris. Tapi nyatanya bisa berbeda 180 derajat, bisa-bisa hanya akan lama menghiasi etalasi toko.

Demikian juga produk yang kita pandang sebelah mata, kita malas memilihnya, tidak kita unggulkan, dan kita anggap tidak cocok dengan segmen toko, bisa-bisa malah laris manis. Karena selera orang memang berbeda-beda. Untuk itulah perlunya kita mengesampingkan atau setidaknya "berdamai" dengan selera pribadi saat memilih produk untuk toko kita. Maksudnya, kita bisa tetap gunakan selera kita untuk memilih-milih produk, tapi dalam hal-hal tertentu kita harus mau menutup mata saat menimbang-nimbang pilihan produk.

Cara termudahnya sich dengan cara coba-coba dulu kalau kita tidak yakin produknya cocok atau tidak. Baik terhadap produk yang kita anggap akan laris maupun produk yang tidak kita unggulkan. Kalau itu produk yang baru kita temui, ada baiknya beli dengan kuantitas yang sedikit dulu. Baru kalau terbukti laris, kita kejar lagi stoknya dengan cepat-cepat mengordernya kembali.

Ada juga resiko cara seperti ini. Untuk produk-produk dari produsen yang masih kecil, bisa jadi produk tersebut hanya bisa diproduksi secara terbatas, karena sulitnya bahan baku misalnya. Sehingga kalau kita lihat produknya sepertinya bagus, ada tantangan tersendiri, apakah akan memborongnya atau meninggalkannya saja.

Berbeda kalau produknya berasal dari produsen besar dan ada jaminan kelangsungan produksi. Kita bisa main-main dengan produk yang baru buat toko kita. Awalnya kita beli sedikit dan baru diperbanyak kalau laris.

Salam FUNtastic dan MERDEKA!

Fuad Muftie
© 2008, https://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Jakarta Timur, 021-9828 4731
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Produk Herbal, dll

2 Balasan ke Jebakan Selera Pribadi Saat Memilih Barang Dagangan

  1. yudhistira31 mengatakan:

    Ketemu lagi dah mas…jadi sekarang jadi pengusaha ya..wah, aku jadi terinspirasi nih..
    Salam buat keluarga, Devi-Yudi

  2. Fuad Muftie mengatakan:

    Eeee… Mba’ Devi Pa Kabar. Iya yg sudah jadi pengusaha sich baru istriku, aku baru setengah pengusaha dan masih ikut-ikutan he.. he.. he..

    Salam buat Mas Yudi & keluarga ya, sukses selalu…

    Fuad Muftie

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: