Berdamai Dengan Diri Sendiri

Menurut Anda, mungkinkah perekonomian suatu negara akan maju kalau negara itu selalu berada dalam konflik? Saya pikir kecil sekali kemungkinannya. Karena energi, tenaga, dan seluruh kekuatan negara tersebut akan tersedot untuk menghadapi konflik tersebut.

Demikin juga dalam diri kita sendiri, kita akan sulit untuk maju dan sukses, kalau kita masih menyimpan konflik dalam diri kita sendiri. Bentuknya bisa seperti kita punya keinginan tapi ditolak oleh sistem keyakinan sendiri. Kita punya niat baik tapi dilawan oleh akal sehat kita. Kita ingin maju tapi tertahan oleh rasa aman diri sendiri. dll dsb. Dan hal seperti ini sangat menguras energi kita kan?

Untuk mengecek adanya konflik ini, perhatikan saja internal dialog kita. Apakah internal dialog kita membantu kita untuk maju atau malah terus beradu argumen. Sering lho tanpa kita sadari kita larut dalam adu argumen dan berantem dengan diri sendiri. Semakin kita layani semakin banyak energi yang terbuang.

Apalagi dalam berbisnis, mudah sekali bertemu situasi yang memicu perang bathin kan? Beda pendapat dengan partner bisnis, dengan karyawan, dengan suplier, atau  dengan pelanggan, suka terus-terusan terbawa ke perasaan. Nah untuk itu penting juga untuk mengetahui jurus-jurus untuk berdamai dengan diri sendiri.

Salah satu cara yang saya peroleh agar bisa mendamaikan konflik internal kita adalah dengan berusaha untuk menerima diri sendiri apa adanya. Penerimaan diri sudah banyak digunakan dalam berbagai teknik pengembangan diri seperti Sedona, EFT (penerimaan diri plus tapping), Quantum Ikhlas, dll, dan terbukti efektif.

Cara yang termudah, kalau ada internal dialog yang negatif, tidak perlu dilawan, ucapkan saja “terimakasih atas pikiran ini, terimakasih atas kritikannya, saya menerima diri saya apa adanya, dan saya lebih memilih untuk tenang, cool, peace, dan rilex“. Awalnya mungkin akan terasa aneh dan akan ada resistensi. Kalau muncul resistensi dan penolakan kembali ucapkan “terimakasih, saya menerima penolakan ini, dan saya memilih untuk tenang“. Apapun responnya kalau masih negatif ulangi lagi pernyataan-pernyataan penerimaan diri tersebut.

Kalau masih juga ngeyel gunakan Mantra ala Bandler untuk membungkam percakapan internal. Mantranya sederhana saja yaitu “SHUT THE F**K UP!!!” Silahkan terjemahkan sendiri.

Setelah berdamai, barulah mulai ajak diri kita untuk mencari solusi dan jawaban dan lakukan dialog yang lebih memberdayakan. Caranya juga mudah saja, ajukan saja pertanyaan-pertanyaan yang bermutu dengan pertanyaan “Bagaimana?”. “Bagaimana saya bisa segera punya bisnis, meskipun belum punya waktu?”. “Bagaimana biar bisa begini, begitu…”. Ingat otak kita selalu mencari jawaban atas sebuah pertanyaan dan ingat bahwa otak bawah sadar kita adalah gudang informasi yang terlengkap pada diri kita!

Hindari pertanyaan “Kenapa, mengapa?” karena akan kembali mengungkit dan memicu dialog yang negatif dan tidak memberdayakan.

Mungkin tips ini kelihatan aneh dan menggelikan, tapi itulah faktanya, setiap saat kita selalu ngomong sendiri di batin kita (bahasa jawanya: Mbatin). Tinggal kita yang memilih mau berdialog yang produktif dan memberdayakan atau dialog yang menjerumuskan. The choice is yours.

Semoga bermanfaat.

Salam FUNtastik & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, https://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: