Pencanangan TDA Goes Opensource

Komunitas Tangan Di Atas (TDA) kembali membuat milestone baru, setelah dibentuknya kepengurusan resmi  minggu yang lalu.  Kembali pada hari Jum’at  13  Juni kemarin bertempat di Hotel Sofyan Betawi Cut Meutia, Komunitas TDA mencanangkan program baru yaitu TDA Goes Opensource sekaligus pergantian pengurus baru dari Pak Iim Rusyamsi kepada Pak Ali Akbar.

Saya pribadi tidak tahu persis bagaimana awal mulanya muncul gagasan TDA Goes Opensource. Katanya berawal dari ajakan Pak Fauzi Rachmanto di milis TDA-IT agar para member TDA menggunakan software yang legal supaya usahanya berkah. Nah software legal yang paling murah dan handal tidak lain adalah software opensource ini.

Saya memang bukan orang IT dan belum bergabung di milis TDA-IT, tapi ketika ada ajakan mencanangkan TDA Goes Opensource, saya pribadi merasa terpanggil. Dan Alhamdulillah pada kesempatan tersebut saya mendapat kesempatan untuk secara singkat menyampaikan (sharing) pengalaman saya dalam mencari-cari dan menggunakan software opensource untuk kebutuhan Toko Retail saya.

Forum kemarin meskipun berdurasi singkat, tapi acaranya sangat padat. Satu persatu pembicara menyampaikan ajakan dan sharing pengalaman menggunakan software Opensource dalam bidang usahanya (dari proses Instalasi Linux, pembangunan portal, SMS-gateway, Retail / Point Of Sale, sampai Akunting). Yang menarik, pihak detik.com juga menghadirkan perwakilannya untuk  menyampaikan sharing pengalamannya membangun portal dengan menggunakan software opensource.

Yang menarik lagi, masing-masing pembicara mengemukakan peluang-peluang usaha dengan adanya software opensource. Menurut Pak Fauzi Rachmanto, opensource adalah masa depan, dan proses bisnis opensource adalah seperti analogi ternak lebah (penjelasannya tanya Pak Fauzi langsung saja ya.. he.. he.. he..).

Tapi  pihak detik.com  juga mengingatkan agar dalam implementasi opensource jangan membabi buta atau semena-mena. Kalau memang bersifat kritis bagi suatu bisnis dan belum ada software opensource yang memadai, tidak perlu dipaksakan, dengan catatan tetap menggunakan produk yang legal (bayar lisensi jika memang berlisensi).

Demikian, semoga saya pribadi bisa berkontribusi dalam gerakan TDA Opensource ini karena insyaAlloh paling lambat awal tahun 2009 saya bertekad toko saya 100% menggunakan Linux Ubuntu. Dan mudah-mudahan saya bisa menularkannya bagi UKM-UKM lainnya, InsyaAlloh.

Salam FUNtastic & Merdeka!
Fuad Muftie
©2008, https://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”

Ayo, Indonesia BISA!

5 Balasan ke Pencanangan TDA Goes Opensource

  1. triwoko mengatakan:

    Bro, saya diajari & dikenalkan pada jenis2 software open source ya, biar saya gak terlalu gaptek banget… hehehe.. !!!
    Sukses buat Addina 2.0 dan salam hangat dari Jogya.

  2. milisdad mengatakan:

    Ayo semangat tokonya didukung dgn aplikasi opensource🙂

  3. Fuad Muftie mengatakan:

    @ Bambang Triwoko
    Siap Bos, buat Pak Bambang saya siap berbagi. Cuma tinggal sesuaikan dg kebutuhan saja Pak.

    Untuk administrasi sehari2 bisa pakai OpenOffice untuk mengganti microsoft office. Untuk akunting banyak sekali termasuk TDAsoft. Atau untuk software kasir bisa pakai Openbravo POS atau Kasir POS.

    Silahkan dipilih Pak🙂

    @ milisdad
    Siap, insyaAlloh nunggu program POS terbaru (dari salah satu software house) yg bisa jalan di Linux maka the linux must go on…

    Wassalam
    FM

  4. nayla mengatakan:

    Pak Fuad,

    Saat ini saya lagi belajar mengarah untuk dapat menjadi TDA. Dari beberapa referensi memulai BISNIS, banyak yang menganjurkan untuk membuat milestones terlebih dahulu, tapi belum menemukan contoh real dari milestone-nya. Mohon info, bagaimana kita membuat Milestone bisnis tersebut.

    Terimakasih.

  5. Fuad Muftie mengatakan:

    Tergantung definisi Ibu mengenai milestone itu Bu, bagi saya berani punya rencana bisnis dan berani memulainya adalah suatu milestone. Karena begitu kita memulai dengan menyewa kios, maka prosesnya tidak bisa ditarik mundur lagi, kita harus bisa memulainya segera. Inilah milestone saya dan seterusnya Alhamdulillah akan ketemu milestone-milestone dan keajaiban yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

    Wassalam
    Fuad Muftie

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: