Apa Benar Buka Usaha Itu Sangat Mudah Asal Ada Modal?

Tergelitik oleh komentar salah satu pengunjung blog saya di posting ini, saya jadi ikut mikir-mikir, apa memang bisa dan memungkinkan kalau tiap orang mau buka usaha bisa langsung sukses, berhasil, dan nggak pakai gagal segala.

Baca dulu komentarnya:

“SAYA PIKIR BUKA USAHA ITU SANGAT MUDAH ASAL ADA MODAL YANG MENDUKUNG DAN SEDIKIT KETRAMPILAN TAPI UNTUK USAHA TERSEBUT BISA JALAN OTOMATIS MEMBERIKAN OMSET YANG MENGUNTUNGKAN TIAP HARINYA BISA UNTUK MENCUKUPI KEHIDUPAN SEHARI-HARI DAN BISA UNTUK MENYISIHKAN UNTUK MENABUNG ITU SANGAT SULIT DI WUJUDKAN

DAN KENAPA KEBANYAKAN ORANG YANG TELAH BERHASIL MENDIRIKAN USAHA YANG TELAH SUKSES, SAAT DIA MEMBUKA UASAHA LAGI KEBANYAKAN KOK BERHASIL

SEPERTI WARALABA-WARALABA SEPERTINYA KOK JALAN TERUS SEPERTI ADA RUMUS ANTI GAGAL

ADAKAH RUMUS BAGI PEMULA ATAU YANG PUNYA MODAL KECIL BISA YAKIN SEPERTI WARALABA TERSEBUT”

Yang terpikir oleh saya justru keyakinan seperti inilah yang membuat kita sulit untuk maju. Salah satu keyakinan dasar yang mesti diyakini bagi pemula seperti kita adalah bahwa membuka dan menjalankan usaha itu memang punya potensi untuk sukses tapi itu perlu PROSES.

Kalau sampai dalam diri kita muncul keyakinan bahwa usaha itu mudah asal ada modal, biasanya karena kita melihatnya yang instan-instan, yang sudah jadi, dan yang orang lain raih yang tampak seperti kesuksesan sesaat saja. Kita melihatnya hasil akhir berupa kesuksesan orang lain, kita tidak tahu bagaimana proses detailnya. Dan memang kecenderungan orang sukses akan menceritakan kisah suksesnya, dengan sedikit menceritakan detail-detail kegagalannya. Karena kita sendiri juga tidak akan senang kalau banyak-banyak mendengar cerita gagal kan?

Makanya sering disampaikan oleh para pengusaha agar kita siap menjalani PROSES-nya dan siap menikmati PROSES-nya, baik itu proses gagal (sementara) maupun proses menuju suksesnya. Dan namanya juga proses pasti butuh waktu, kita harus sabar dengan proses tersebut. Dan kita juga mesti bisa menikmati semua kejadian-kejadian dalam setiap prosesnya. Karena gagal dan sukses hanyalah status sementara, yang abadi adalah prosesnya.

Mirip-mirip seperti film bioskoplah, kalau baru saja mulai tokohnya langsung bisa mematikan penjahat, tentu filmnya jadi tidak seru. Yang menjadikan film itu menarik adalah prosesnya dari awal sampai akhir bagaimana si tokoh jatuh dan bangun sampai bisa menang.

Sama juga halnya dengan tumbuh-tumbuhan disekitar kita, bijih ditanam tidak langsung tumbuh jadi pohon besar. Biji yang keras, harus memecah dirinya sendiri agar daun bisa muncul dan akar bisa menancap. Mungkin kalau kita jadi benih kita juga akan merasakan bagaimana sakitnya memecah dan membelah diri sendiri. Belum lagi setelah tumbuh daun, si pohon akan terkena terpaan angin, gangguan mahluh hidup lain, jamur, parasit dll. Semua harus dijalani untuk bisa tumbuh jadi besar.

Mirip-mirip juga dengan bayi yang baru lahir, berbulan-bulan hanya bisa pasrah, harus belajar guling-guling, belajar merangkak, jatuh bangun, baru kemudian bisa berjalan, dan berlari. Sudah bisa jalanpun masih harus tersandung, terpeleset, dan terbentur sampai benar-benar bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.

Sudah sering disampaikan oleh para mentor agar fase awal membuka usaha itu bisa dijadikan sebagai fase untuk belajar. Seperti kita kecil dulu, mau nurut belajar dari TK, SD, SMP, SMU, Kuliah, dst. Semua proses tersebut selalu butuh biaya dan pengorbanan, dan kita belum bisa langsung memetik profitnya.

Kalaupun di awal-awal usaha kita bisa mendapat profit, sebisa mungkin profit tidak dihabiskan untuk konsumsi. Sebagian mesti dihemat buat kita simpan, kita kumpulkan, dan putar kembali untuk mengakumulasi modal. Pastinya agar usaha bisa terus tumbuh, membesar, dan tidak layu. Selain itu di fase awal juga kita gunakan untuk membangun basis pelanggan. Usaha tanpa pelanggan sama saja seperti ular sanca. Hari ini bisa makan, sebulan kemudian kita terus puasa, sambil berburu mangsa berikutnya. Kalau punya basis pelanggan yang kuat, sama saja kita punya kran yang terhubung dengan pipa dari mata air, air akan terus mengalir.

Perlu juga diawal-awal usaha, kita jadikan sarana membangun sistem. Kita rapikan pembukuan, kita permak dan terus kita upgrade toko, kios, atau webstore kita. Kita didik staff dan karyawan kita. Begitu seterusnya agar usaha bisa jalan lancar dan tidak terus menerus memusingkan kita. Kita perbaiki cara kerja usaha kita juga sistem pemasarannya. Kalau saja tiap hari kita bisa meningkatkan 0.1% maka setahun usaha berjalan usaha kita sudah berkembang 36%.

Dan yang penting lagi di awal-awal membuka usaha kita usahakan bisa mendapatkan bagaimana feel atau jiwa sebagai pengusaha. Biasanya orang mengatakan “jiwa bisnis”. Dan umumnya calon entrepreneur sering mengeluh takut membuka usaha karena tidak punya jiwa bisnis. Ya memang harus mulai dulu dan belajar dulu baru dech ketemua jiwa bisnisnya.

Kebiasaan kita memang cuma mau melihat hasil akhirnya. Seperti komentar tadi “SEPERTI WARALABA-WARALABA SEPERTINYA KOK JALAN TERUS SEPERTI ADA RUMUS ANTI GAGAL”. Sebenarnya waralaba awalnya juga tidak langsung jreng abrakadabra jadi seperti ini. Pasti telah melalui tahapan proses metamorfosa. Kita lihat enaknya sekarang, tapi siapa yang tahu bagaimana perjuangan si pemilik waralaba dulu di awal usahanya. Ingat saja cerita awal mula Kolonel Sanders membangun KFC, bagaimana Kolonel menawarkan resepnya dari restoran ke restoran, dan dari penolakan ke penolakan.

Saya selalu ingat nasehat Pak Hadi Kuntoro yang mengatakan bahwa “kesulitan-kesulitan yang anda hadapi sekarang, akan menjadi kenangan indah di masa depan”. Dan memang benar kan, coba anda ingat-ingat lagi kesulitan yang anda hadapi di waktu SMP dulu. Bukankah sekarang telah menjadi kenangan indah, yang kalau mengenangnya membuat kita senyum-senyum sendiri.

Jadi bolehlah dipikirkan lagi, baru berapa lama kita masuk di bisnis ini. Anggap saja sekarang anda sedang menanam bibit. Jangan buru-buru ingin memetik bunganya dan buru-buru ingin memetik buahnya. Ikuti proses tumbuhnya benih tersebut. Dan yakinlah ada waktunya nanti untuk memetik hasilnya.

Yang lebih penting lagi bagi pemula bisnis seperti kita, bahwa bisnis kadang tidak bisa dihitung secara matematis. Dalam bisnis tidak selalu 1 + 1 = 2. Sudah sering dan banyak yang membuktikan di bisnis 1 + 1 bisa jadi 4 bisa jadi 10 dan seterusnya. Prinsip bisnis yang perlu diingat dalam bisnis adalah kita harus selalu memberi nilai tambah dalam bisnis kita. Jadi rumusnya malah jadi 1 + 1 – 1 = 5 siapa yang tahu?

Selain itu faktor-faktor diluar kendali kita perlu juga diperhitungkan. Faktor spiritual misalnya. Seperti nasehat para alim ulama bahwa semakin banyak memberi kita akan banyak menerima juga. Dan ingat bahwa dari hasil jerih payah kita juga melekat hak orang lain, yang harus kita sisihkan, kita bersihkan, dan kita berikan pada yang berhak. Makanya dari hasil usaha kita jangan semuanya kita konsumsi, harus juga disalurkan zakat dan shodaqohnya. Dan yakinlah itu akan menambah dan memperlancar rejeki kita.

Sering sekali diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur mengenai jamaahnya yang mengalami perubahan cepat dalam taraf hidupnya setelah memperbanyak infaq, shodaqoh, dan zakatnya. Ada yang sudah kehabisan modal dan banyak hutang, kemudian justru diminta untuk mensedekahkan sisa-sisa harta yang dimiliki. Setelah itu terjadilah titik balik dan perubahan drastis. Jadi kalau sedang kehabisan modal, sedekahlah. Sudah banyak yang membuktikan “the power of giving”, banyak zakat dan sodaqoh banyak mendatangkan rizki yang berlimpah.

Maaf kalau jadi kayak ceramah, ini tulisan spontan saja setelah membaca komentar diatas. Intinya kalau mau enak-enakan di bisnis, ya tunggu waktunya, itu nanti. Kalau semua orang yang mulai bisnis bisa langsung untung besar semua, ya pasti tidak akan ada yang mau jadi karyawan. Semua pasti jadi pengusaha, itu sama saja membuat ketidakseimbangan alam. Dan justru kekuatan kita melewati kesulitan dan mengubahnya menjadi keberhasilan adalah penghargaan yang tak ternilai harganya bagi seorang pengusaha.

Yang terakhir buat anda yang sedang mengalami kesulitan, perbanyaklah tali silaturahim. Datangilah para pengusaha di sekitar anda. Carilah mentor yang terdekat yang bersedia dan berkenan membimbing anda, memberi support, dan memberi masukan buat Anda. Atau bergabunglah dalam kelompok-kelompok mastermind atau klub pengusaha atau kelompok-kelompok semacamnya, yang akan menjadi katalisator kemajuan usaha Anda.

Semoga bermanfaat dan semoga bisa membantu banyak orang.

Salam FUNtastic & Merdeka!

© 2009, https://fuadmuftie.wordpress.com/
Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”

About these ads

49 Balasan ke Apa Benar Buka Usaha Itu Sangat Mudah Asal Ada Modal?

  1. sani mengatakan:

    artikelnya bagus dan memotivasi,

    Salam

    Kuli di qatar

    [Fuad Muftie]
    ==========

    Terimakasih Pak Sani, semoga bermanfaat.

  2. Mifta mengatakan:

    Artikelnya P.Muftie selalu menarik dan menginspirasi, bagaimana Pak.., biar bisa nulis seperti ini, saya juga belajar membuat blog, tapi masih sulit bisa menulis yang menarik, bagi-bagi tipsnya dong pak…!!

    [Fuad Muftie]
    ==========

    Terimakasih Pak Mifta. Untuk menulis, rasanya tidak ada resep khusus Pak. saya menulis apa yang terpikir saja. Sesuiakan dengan situasi dan kondisi saja. Dan kalau sudah menulis rasanya mengalir begitu saja, seperti dengan ngobrol dengan teman saja.
    kalau mengenai blog, sebaiknya kita pikirkan bahwa artikel yang akan kita tulis bisa memberi manfaat bagi orang lain. Jadi tidak cuma berisi curhat pribadi saja.

  3. Tulisan yang bagus, saya feed di blog saya, semoga bermanfaat

    [Fuad Muftie]
    ==========

    Terimakasih pak,, semoga bermanfaat.

  4. uli mengatakan:

    hehe memang motivasi itu penting pak, tapi emang dasarnya nggak punya jiwa bisnis gimana memulainya yaa….( keinginan sih selaku ada

    [Fuad Muftie]
    ==========

    Saya pikir, jiwa bisnis bukan hal yang mutlak harus ada untuk memulai bisnis. Justru banyak yang baru menemukan jiwa bisnisnya setelah memulai suatu usaha, meskipun cuma usaha kecil. Contoh banyak yang baru menemukan keasyikan berbisnis setelah mengikuti sebuah bazaar.
    “Jiwa Bisnis” sering dijadikan tameng dan pembenaran untuk menunda-nunda dalam memulai suatu usaha.

    • agha mengatakan:

      maaf kalo boleh sy saran…

      untuk mulai bisnis sepertinya tdk hanya cukup keinginan…mulai sajalah jawabannya Pak, Bismillah…Insya Alloh…

      ( sy karyawan Pak, tp Alhamdulillah ada sedikit sampingan…jual beli mobil bekas dan pelatihan…dan masih cari peluang apa saja …semoga bermanfaat, terima kasih atas silaturrohim ini )

      • Fuad Muftie mengatakan:

        Setuju Pak, dan memulai tidak harus dengan langkah besar. Perjalanan 100KM selalu diawali dengan ayunan langkah kaki, perlahan-lahan menuju kendaraan yg diinginkan.

        Bisnispun demikian, mau buka usaha dg modal 100Milyar, jangan ngumpulin modal dulu, keburu tua. Lakukan dg ayunan langkah kecil, ayunkan modal kecil dulu, bisa mulai 50ribu, 100ribu, 1juta, dst. Perlahan-lahan menuju kendaraan bisnis yg diinginkan.

  5. Sutisna mengatakan:

    Assalamualaykum pak! apa kabar?
    Lama sekali saya ga mampir ke blog bapak. kalau 7 bulan lalu saya bingung dengan jenis usaha tapi kemudian saya terapkan saran2 bapak,Alhamdulillah sedikit demi sedikit usaha saya terus ada peningkatan. dari mulai menumpang di kios teman terus sekarang sudah sewa kios sendiri. dan benar apa kata ust.yusuf mansyur dengan banyak sedekah keajaiban2 akan muncul dengan sendirinya,dan saya sudah mengalami sendiri bagaiman Allah memperlancar rizki saya.
    Wassalam

    [Fuad Muftie]
    ==========

    Wa’alaikum salam Wr Wb
    Alhamdulillah saya ikut senang dan bahagai membaca perkembangan Pak Sutisna. Memang kita hanya akan tahu sukses atau gagal kalau kita sudah memulainya. Menunda memulai sama saja menunda sukses.
    Saya ikut berdoa semoga usaha Pak Sutisna terus berkembang, maju, dan diberkahi-Nya.

  6. Artikel yg menarik. Modal utama tentu saja kreativitas dan mindset kita dalm menghadapi segala persoalan

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Yup betul kreatifitas dan mindset bisa jadi modal utama yang sangat bernilai dibanding modal uang itu sendiri.

  7. Luky mengatakan:

    Tulisan pak fuad muftie ini selalu menginspirasi saya. Diawal-awal usaha saya sekitar 5 bulan yg lalu saya masih belum menemukan arah usaha mikro saya ini mau kemana. Alhamdulillah saat ini sudah menunjukkan sedikit perkembangan, malah sudah reformasi dr bentuk semula.

    Trimakasih ya pak….betul kata bapak, ternyata jiwa wirausaha itu bisa dipelajari melalui suatu proses. Saya kira jiwa wirausaha itu hanya untuk orang yg spesial terlahir dg jiwa bisnis.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Bener kan Bu, masuklah ke dunia usaha maka kita akan menemukan berbagai keajaiban. Kita boleh punya rencana tapi kalau tidak diwujudkan kita tidak tahu kalau kita akan sampai pada tahap / level yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya.

    Karena kadang kita cuma berani berencana punya usaha dengan omset sekian juta rupiah, nggak tahunya setelah dijalani bisa dapat omset puluhan juta bahwan ratusan juta rupiah. Kadang kita berpikir akan punya satu toko, nggak tahunya bisa jadi punya dua tiga empat toko dalam waktu singkat.

    Selamat berkarya Bu, selamat menebar rahmat dan menjadi orang yang banyak memberi manfaat bagi orang lain (karyawan, suplier, pelanggan, dll).

  8. arie mengatakan:

    Salam bisis pak .
    Saya seorang designer grafis di pecetakan dimedan. Saya bisa yakin apa yang bpk katakan setelah saya mencobanya tahap demi tahap, sehingga sampai saat ini saya bisa mempunyai pekerjaan sampingan yang memulai karir dengan Cetak foto digital dan Video Editor.

    Kali ini saya ingin menyanyakan tentang bagaimana cara memesarkan usaha kita tanpa melalui internet atau radio ?
    Karna target saya adalah mulai dari orang awam sampai ke atasnya lagi. Bukankah orang awam belum terlalu bijak dalam menanggapi website? apa lagi blog ..
    Terima kasih pak..

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Setidaknya Pak Arie sudah tahu target marketnya. Tinggal cari tahu bagaimana caranya target market tersebut punya awareness terhadap usaha Anda. Kira2 dimana mereka berkerumun, mencari informasi, dan berinteraksi. Maka berpromosilah di kerumunan tersebut.

    langkah lain, mungkin bisa anda lakukan kerjasama dengan lembaga, institusi, organisasi, atau usaha yang sering mereka gunakan. Tentunya yang ada kaitannya dg usaha Anda. Misalnya kerjasama dengan pemilik gedung yang sering disewa untuk acara pernikahan, dg menyediakan layanan foto dan video shooting. Atau lakukan kerja sama dengan pengusaha catering yang sering melayani hajatan, sehingga anda bertindak sebagai bagian fotografi dan videonya.

    Semoga bisa membantu

  9. tutuko mengatakan:

    ada banyak kasus orang yg punya bnyk modal tapi tidak bisa membuka usaha alias bingung mau usaha apa. salam dari saya.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Bener Pak, salam kembali Pak.

  10. tutuko mengatakan:

    saya juga pengusaha walau kecil-kecilan.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Yang besar2 juga dimulai dari yang kecil-kecilan Pak
    Keep moving ya Pak

  11. tutuko mengatakan:

    gimana mas caranya gabung di TDA Community?

    [Fuad Muftie]
    ==========
    daftar lewat http://www.tangandiatas.com

  12. Amas mengatakan:

    Ya gw setuju sama artikelnya. Today gw nekat beranikan diri nyewa kios di BTC dengan tanpa ada pengalaman dagang di mall.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Thank’s dan selamat atas keberanian anda untuk secepatnya memulai. Pastinya segala sesuatu diawali dari tanpa pengalaman, setelah memulai maka kita akan semakin kaya setidaknya kaya pengalaman yang bisa kita manfaatkan untuk menggapai sukses-sukses berikutnya.

    Sekali lagi selamat dan semoga usahanya berjalan lancar serta diberkahi-Nya

  13. asri26 mengatakan:

    terima kasih pa artikelnya sangat menyemangati bagi pembaca…saya juga sangat tertarik menjadi pengusaha

    jilbab-shop.blogspot.com/2009/02/jilbab.html

  14. busana muslim mengatakan:

    Salamfuantastic, makasih artikelnya kembali memotivasi saya yang baru mulai usaha :D

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Terimakasih kembali, semoga bermanfaat.

  15. listio mengatakan:

    Bagus, saya juga sedang merintis bisnis di bidang akuntansi, perpajakan dan auditing.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Thank’s Pak Listio, semoga usaha anda barokah dan terus berkembang. Sukses buat anda.

  16. Septian SUkma mengatakan:

    saya Seorang PNS, umur saya masih 24 tahun, sudah menikah dan istri sedang hamil, saat ini gaji saya berkisar 7 juta sebulan, saya mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di jakarta, istri saya orang bandung, kami berdua memiliki rencana untuk membuka suatu usaha di bandung, sehingga jika sudah jalan nanti saya ingin menekuni usaha saya itu saja, dan tidak lagi lelah dengan mutasi yang jauh jauh keluar jawa, saat ini kami sedang mengumpulkan modal, kira kira usaha apa yang tepat di jalankan di bandung? karena kami sama sekali tidak ada gambaran untuk mmebuka usaha apa, yang ada hanya semangat dan sedikit modal. jika ada yang punya saran mohon dibagi pada kami, terima kasih banyak

    • agha bandung mengatakan:

      nasib kita hampir sama Pak…sering mutasi…hehe.
      Alhamdilillah saya beranikan diri untuk mencari peluang usaha.Saat ini sy jual beli mobil bekas Pak ( sambil di pakai sendiri ),pelatihan perbankan dan entrepreneur…plus sedikit senggol usaha sana sini…alhamdulillah ada hasilnya pa…yg penting banyak silaturahim…barangkali menjadimasukan…

      • Fuad Muftie mengatakan:

        Salut Pak, meskipun sibuk sebagai karyawan kita manfaatkan waktu luang untuk hal yang banyak memberi manfaat. Baik bagi kita dan keluarga, juga banyak membantu orang lain dengan ikut memutar roda ekonomi masyarakat :)

  17. Rohim mengatakan:

    Ass,Pak Fuad

    Pak Fuad yang saya hormati,saya sangat tertarik dengan masukan-masukan serta saran-saran anda dalam dunia usaha :

    Oh yah pak,saya ingin bertanya saya ingin buka usaha tapi saya binggung untuk mengatur waktu antara kerja dan usaha ( dagang ) ..??
    1.kalau saya coba buka usaha namun tidak buka tiap hari karena di bagi waktu untuk kerja di kawatirkan sulit untuk cari pelanggan

    2.kalau saya ingin bekerja sama dengan orang lain di kawatirkan juga akan merugikan saya dan menguntungkan orang lain ( mitra ),kebetulan saya pernah coba percaya sama orang tapi tidak punya tanggung jawabnya akhirnya meruhi.

    sementara itu saja,mohon balasannya di reply juga ke email saya .trims

  18. luxtor mengatakan:

    Usaha tidak selalu harus bermodal besar,contoh creatif:ada seorang membeli resep dan belajar pada penjual martabak yg enak(tapi di pinggir jalan) dg rp.500.000,- setelah bisa dia meng iklankan di koran Rp.100.000,- “dijual resep martabak dan praktek” Rp.500.000,-/org pesertanya lumayan ada 14 org ya sudah untung nah tanpa modal besar kan!!!!! terima kasih selamat mencoba ide2 kreatif………..

  19. budy mengatakan:

    arie Berkata:
    Juni 9, 2009 pukul 1:31 am | Balas

    Salam bisis pak .
    Saya seorang designer grafis di pecetakan dimedan. Saya bisa yakin apa yang bpk katakan setelah saya mencobanya tahap demi tahap, sehingga sampai saat ini saya bisa mempunyai pekerjaan sampingan yang memulai karir dengan Cetak foto digital dan Video Editor.

    Kali ini saya ingin menyanyakan tentang bagaimana cara memesarkan usaha kita tanpa melalui internet atau radio ?
    Karna target saya adalah mulai dari orang awam sampai ke atasnya lagi. Bukankah orang awam belum terlalu bijak dalam menanggapi website? apa lagi blog ..
    Terima kasih pak..

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Setidaknya Pak Arie sudah tahu target marketnya. Tinggal cari tahu bagaimana caranya target market tersebut punya awareness terhadap usaha Anda. Kira2 dimana mereka berkerumun, mencari informasi, dan berinteraksi. Maka berpromosilah di kerumunan tersebut.

    langkah lain, mungkin bisa anda lakukan kerjasama dengan lembaga, institusi, organisasi, atau usaha yang sering mereka gunakan. Tentunya yang ada kaitannya dg usaha Anda. Misalnya kerjasama dengan pemilik gedung yang sering disewa untuk acara pernikahan, dg menyediakan layanan foto dan video shooting. Atau lakukan kerja sama dengan pengusaha catering yang sering melayani hajatan, sehingga anda bertindak sebagai bagian fotografi dan videonya.

    Semoga bisa membantu

    ass.. wr.wb.

    saran mr.fm bukan hanya membantu arie tp juga membantu saya lho pak, soalnya sy satu nasib sama sdr arie, cuma beda tempat aja (medan – bekasi),hehe… terimakasih pak semoga anda tambah dipanjangkan umur dan diberi rezeki yang banyak.

    buat sdr arie kalo boleh bagi2 pengalaman dan ilmu sama saya: santosa.budy@live.com soalnya saya masih belum banyak pengalaman dan ilmu.

  20. dwie mengatakan:

    ass,,,saya tinggal daerah pantura ,,skrg sy sdh mempunyai usaha berjualan sebako & pulsa elektrik,,sy msh ada keinginan mempunyai usaha lg,,tp bingung mo usaha apa lg mengingat sdh byk usaha di sini,,,tlg bantuanny ,,thankzzzz,,,,

  21. Annang Mustofa mengatakan:

    Terimakasih pak atas pencerahannya…
    Salam kenal, saya adalah seorang PNS yang karena alasan penempatan dan mutasi pengen pindah kuadran, walaupun belum tahu kapan beraninya.

    Oiya beberapa bulan yang lalu saya berniat mulai bisnis entah itu waralaba atau yang lainnya, saya ngambil kredit di sebuah bank 50jt selama 4 tahun. Terlalu banyaknya pertimbangan apa bisnis yang akan saya pada saat itu (dari beli emas batangan, main saham, beli sapi,sampe bisnis kaos “cakcuk”)

    Pilihan saya yang pertama jatuh pada bisnis sapi secara tradisional di kampung (pake sistem paro-bagi hasil). Saya pake 1/5 duit hasil ngajukan kredit tadi. Kebetulan ada teman ortu yang bisa dipercaya buat ngrawat tuh sapi, walaupun akhir-akhir ini baru ketahuan kalau ternyata kita semua kena tipu sama makelar, dia bilang kalau pas beli dulu sapinya hamil 4 bulan ternyata pas sekarang diperiksakan ke dokter hewan ternyata sapinya mandul (nasib…nasib….)

    Yang 4/5 bingung tadinya harus saya pakai buat apa… kadang pingin buat online trading, kadang pengen buat usaha yang real saja. Ditengah kebingungan saya ortu ngasih kabar kalo ada tetangga yang jual tanah (kondisi tanah darat, kosong, sekarang berupa kebun singkong) Saya mikir ya gapapalah toh tanah juga alat investasi yang bagus.
    Daripada dipegang terus malah kepikiran untuk keperluan konsumtif (terus terang saya orangnya agak boros, kadang kepikiran juga uangnya saya pakai buat beli mobil aja tadinya, hehe)

    Maaf ceritanya panjang banget, pertanyaan saya : Apakah langkah yang saya lakukan untuk memulai usaha tadi sudah tepat? terus langkah yang lebih baik lagi yang bisa saya ambil bagaimana? Terimakasih

  22. donny mengatakan:

    wah….!! sayang banget kalo ada modal tapi kurang pemanfaatannya, sayang kl dana pinjaman di investasi ke tanah, permasalahanya kan kita harus tetap mengembalikan sejumlah dana pinjaman tersebut setiap bulannya, kenapa kita g manfaatin dana tersebut? banyak koq contoh yg bisa kita ambil untuk muterin dana tersebut..!! gitu aja dl, thx n salam kenal

  23. erikderajat mengatakan:

    Assalamualaikum,saya punya niat mo usaha sepatu2 balita kira2 pangsa pasarnya gimana?

    • Fuad Muftie mengatakan:

      Usaha gimana Pak, mau produksi, jadi distributor, apa jadi retailer? Secara umum pangsa pasar balita tidak pernah habis Pak, selama manusia masih diberi kesempatan hidup di dunia ini :) Tinggal anda tetapkan jenis / level usahanya dan sesuiakan dengan pangsa yang tersedia. Sebagia pengusaha perlu juga untuk fleksibel dengan perubahan pak. Meskipun sepatu balita bentuk dan modelnya begitu-begitu saja, tapi kalau anda bisa menawarkan yang lebih cantik, lucu, dan menarik, pokoknya yg istimewa buat balita, insyaAlloh akan banyak yg nyari.

  24. jhoe mengatakan:

    saya sangat termotivasi dengan artikelnya bapak
    semoga saya melewati masa2 sulit ini
    amien
    salam sukse pak

    • Fuad Muftie mengatakan:

      Terimakasih Pak, semoga segera terlewati masa sulitnya dan lulus dengan predikat yang baik. Ingat, kesulitan saat ini yang kita hadapi, akan menjadi kenangan indah di masa depan. Nanti kita akan tersenyum mengingat betapa sulitnya masa-masa kita lewati dan berhasil melampauinya.

  25. Santoso mengatakan:

    Menanggapi pertanyaan diatas”apa bnr buka usaha itu mudah asal ada modal”saya pikir bnr sekali lo pak,namun berhasil tidaknya usaha yg dijalankan tdk dpt dipastikan & tdk semudah ketika awal Membuka usaha…Hal ini berbeda dg kondisi tak punya modal,yg kecil kemungkinan utk dpt buka usaha…walopun hrs dilihat terlbh dahulu bentuk dr usaha tsb.

  26. agha mengatakan:

    Assalamualaikum,

    Saya sangat tertarik dengan perbincangan ini, ijinkan saya untuk sedikit ikut nimbrung nih…sebagai silaturrohim kami.

    Kalau saya tangkap dari semua ini saya beranggapan bahwa:
    1.Tidak ada usaha yg instan, butuh daya tahan dan ke uletan.
    2.Modal materi bukan hal yg utama banget.tinggal kemauan dan ngga gengsian ( yg sy tau mungkin 6 dari 10 pengusaha yg sukses sekarang ini bukan dari latar belakang orang kaya…semua berjuang dr kecil…( Jadi…mari lah kita bentuk pola pikir kita untuk jadi pengusaha …)
    3.Saya yakin 80% , mungkin lebih…org yg banyak duitnya di bank ( berhasil ) adalah pengusaha/pedagang.
    4.Jadikan berdoa pada Nya adalah pada porsi yg paling Utama.
    5.Memulai usaha jgn terlalu dihitung hitung…kapan mulainya….Just Do It….
    6.Banyak silaturahim.

    Semoga ini berguna buat kita semua dan semoga kita semua jadi pengusaha sukses yg beriman.
    Amin.

    NB: Saat ini saya usaha apa saja, jual beli mobil bekas,buat pelatihan,dll.
    ( kan kata nabi juga berbisnis membuka 10 pintu rizki )

    • Fuad Muftie mengatakan:

      Wa’alaikum salam Wr Wb Terimakasih Pak Agha, sepakat dengan rangkuman yang anda berikan. Sepertinya tidak perlu dikomentari lagi, sudah dirangkum secara singkat & padat, tinggal dijalankan bagi yg baru buka usaha.

      Wassalam

  27. Santoso mengatakan:

    Assalamualaikum pak fuad
    Salam sejahtra buat anda.
    ALhamdulilah pak fuad,saya udah buka usaha kok walaupun masih dlm kontek usaha kecil-kecilan,oh yach pak saya ada pertanyaan & sedikit masalah,mohon pak fuad Bisa memberikan pencerahan kepada saya:
    1.pak fuad,lokasi tmpt usaha saya adalah di garasi rumah,lumayan jauh dr pusat keramaian(masih ndeso),Bagaimana cara berpromosi yg efektif utk mendongkrak/memaksimalkan penjualan?
    2.pak fuad apakah bagus jika usaha dlm satu tempat mempunya line bisnis yg berbeda-beda?saat ini saya usaha dlm bidang photo studio,konter dan tour & travel agen,tp yach itu pak alat-alatnya terbatas,karna usaha saya ini jika dikawasan desa penjualanya lama jika hanya memfokuskan salah-satu saja?bagaimana sebaiknya pak
    3.pak fuad,kebetulan orang tua saya punya ruko tepatnya lokasinya dipasar,tp saat ini msh dikontrakan,jd saya ingin membuka usaha saya disitu,tp saya tidak ingin menutup usaha ditmpt yg lama atau digarasi rumah,bagaimana sebaiknya pak?jika saya menyerahkan usaha yg dirumah kpd saudara saya sebaiknya spt apa pembagian hasilnya,bagaimana cara memantaunya?bagaimana cara pembuatan laporanya?
    3.oh ya pak yg ini sekedar sharing,mungkin bpk fuad bisa memberikan penilaian.walaupun saat ini saya sedang menjalankan usaha,dan optimis kedepan akan berhasil,tp saat ini saya juga berharap utk dpt pekerjaan yg tetap tp bukan di pt.apa jiwa saya ini bukan jiwa enterpreneur ya pak?mengingat saya buka usaha awalnya karna susah dpt kerja yg pas setelah resign dari tempat kerja(lulus kuliah langsung kerja,setahun kemudian resign,msh mikir cari kerja itu gampang)eh sampe setaon gak dpt kerja,baru muncul ide-ide utk buka usaha malah kebanyakan ide jadi bingung mau fokus kemana!!makanya usaha saya jadi gak fokus gitu
    4.setelah apa yg saya jalani ternyata buka usaha itu lebih mudah dari pada cari kerja walaupun hasilnya tdk dapat dipastikan,buka usaha dulu maka skill dan pengalaman semakin bertambah,relasi,koneksi akan terbentuk dngn sendirinya setelah buka usaha!
    5.pak fuad,blog bpk bnyk menginspirasi banyak orang,dan saya pikir setelah sebanyak ini pembahasan yg sudah ulas,kenapa gak dibukukan saja pak,dengan mengambil inti* dr point pembahasan Serta menambah bahasan mengenai wirausaha/enterpreneur atau yg masih berhubungan dengan masalah ini.

    • Fuad Muftie mengatakan:

      Wa’alaikum salam Wr Wb. Salam kenal Pak, senang sekali membaca semangat anda dalam menjalankan usaha. Banyak sekali pertanyaannya Pak. Do’akan semoga saya ada waktu yang memadai untuk membantu sharing atas pertanyaan anda. Saya save dulu pertanyaannya Pak. Mohon maaf sebelumnya

  28. rifat mengatakan:

    Proses itu bahkan merupakan jalan menuju kemapanan.

  29. mela mengatakan:

    Saya mau tanya ada yang tau ga ya dimana tempat membeli ice cream diamond kemasan ember kecil, trus kalo mau kerjasama gitu bagaimana caranya?

    thx

  30. Foto Unik mengatakan:

    Assalamualaikum pak fuad,
    Saya menikmati tulisan-tulisan Bapak, Benar sekali membuka usaha mudah asal ada modal, akan tetapi modalnya harus ada 3 dan Jika salahsatunya tidak ada, akan sulit untuk maju :

    1. Modal Uang
    Modal utama untuk membiayai usaha.
    Bisa didapat dari tabungan,pinjam saudara,bagi hasil, dll.

    2. Modal Ilmu
    Modal kedua untuk menjalankan usaha.
    Dibutuhkan pemahaman yang cukup atas apa yang akan dilakukan,Bisa didapat dari berdiskusi,ikut seminar, baca buku, riset. dll.

    3. Modal kesempatan
    Modal ketiga untuk melancarkan usaha.
    Dibutuhkan jaringan untuk membuka Kesempatan-kesempatan baru,agar usaha tidak jalan di tempat. Bisa didapat dengan ikut klub bisnis, ikut asosiasi,ikut magang di bisnis serupa yang sudah jalan, keluar dari lingkungan kita (bergaul dengan orang yang status pendidikan dan keuangan nya lebih baik dari kita, akan memberikan pencerahan dan kesempatan).dll.

    Salam Hormat

  31. diah mengatakan:

    Membaca tulisan-tulisan pak Fuad ini selalu menambah semangat saya untuk belajar bisnis. Jujur saja kalo dilihat dari latar belakang keluarga, saya ini berasal dari keluarga pegawai. Dulu saya berpikir saya ini tidak akan ada bakat atau jiwa dagang. Tapi lambat laun saya coba tepis semua itu. Dan saya berusaha yakin bahwa ‘saya juga bisa’. Saya semangat untuk belajar. Dulu saya banyak ide tapi ya itu no action alias mimpi-mimpi aja. tapi sekarang saya udah niat untuk action. biarpun banyak orang yg mencibir, ngomongin macam-macam, saya tidak ambil pusing. kan yang saya usahakan ini halal. cita-cita saya nanti saya bisa jadi full TDA…
    mohon bimbingan Bapak dan rekan-rekan semua…Terimakasih

  32. Artikelnya Bagus dan banyak membantu para pemula, semoga dapat balasan amal yg lebih baik Allah SWT. Amiiin.

  33. Artikelnya Bagus dan banyak membantu para pemula, semoga dapat balasan amal yg lebih baik dari Allah SWT. Amiiin.

  34. Samuel mengatakan:

    Salam sukses, Pak Fuad.
    Sy sdh menahan hasrat membuka usaha sejak awal kuliah tp tdk pernah terealisasi. Dulu tantangan saya adalah kurang modal, tapi sekarang setelah bkerja sy menemui tantangan baru yaitu “Pandangan Negatif Orang Dekat”. Pandangan keluarga sy a/ seperti ini: 1. Orang sukses adalah yang bergaji besar dan 2. Pedagang adalah orang kecil/pelayan (lebih hebat pembeli)… Jd jangan berdagang tp carilah pekerjaan bergaji besar! Nah, kira2 bagaimana mengatasi ini, Pak?

  35. fatholbirri mengatakan:

    Saye adalah seorang mahasiswa pak, dan saya sekarang mengalami kendala biaya kuliah, sehingga saya harus cuti kuliah untuk sementara waktu, saya sebenarnya skill tentang desein grafis, tapi saya tidak punya modal untuk membuka usaha…!!! terus gimana caranya saya untuk memulai usaha saya…!!! Mohon penjelasannya….!!! terima kasih… :)

  36. Sheli Qie mengatakan:

    assalamualaikum…. artikel bapak sangat inspiratif,menjadikan saya untuk lebih berani dalam membuka usaha yang masih bimbang ini.

  37. Uminaufal mengatakan:

    Salam Pak fuad, senang sekali mengikuti tulisan2 Bapak melalui blog ini, saya sendiri juga sama sedang menikmati proses dalam sebuah usaha, beberapa usaha pernah saya jalani, usaha2 yg tidak berlanjut tidak saya anggap sebagai kegagalan tetapi sebagai salah satu potongan puzzle yang mudah2an jadi bagian penyusun kesuksesan saya dan keluarga nantinya. Aamiin. Saya ijin me link blognya ke blog saya ya Pak, dan jika berkenan saya senang jika ada link blog saya juga terpasang di blog ini (dibawah kategori blog pengusaha TDA), saya baru saja bergabung di milis TDA Tangerang raya. Terimakasih :)
    Mudah2an makin sukses usahanya :)

  38. khamimz mengatakan:

    obat untuk kutil kelamin
    makasih gan infonya sangat bermanfaat bgt..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 127 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: