Untuk memulai usaha atau bisnis janganlah menunggu kondisi yang ideal. Modal yang cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang cakap, waktu yang luang untuk memulai bisnis adalah kondisi yang ideal. Dan untuk mendapatkan semuanya dalam waktu yang bersamaan tentu butuh pengorbanan yang lebih besar.
Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit.
Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka usaha sambilan. Sehingga kita bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Dan kita berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang kita rintis.
Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.
Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem KONSINYASI.
Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak perlu memiliki karyawan sendiri. Jelas akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.
Kesepakatan Konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios kami, cukup dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan dilakukan pembayaran, dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau kedua pihak sepakat maka Konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.
Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket) tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
Pengalaman di kios kami (Kios Addina), setelah terlihat tokonya hidup (banyak pelanggan dan banyak transaksi), ternyata banyak yang datang menawarkan konsinyasi. Awalnya kami sangat berhati-hati, ada rasa khawatir barangnya nanti tidak laku. Tapi Alhamdulillah banyak barang konsinyasi yang berhasil terjual di kios kami.
Barang yang ditawarkan ke Kios kami juga beragam. Awalnya hanya jilbab dan produk serupa, kemudian ada yang menawarkan minyak wangi, dan bahkan sekarang ada yang menitipkan tas wanita. Para pemilik barang yang menitipkan di kios kami, secara berkala mengecek barangya laku atau belum, perlu ditambah atau belum. Kadang juga cukup dilakukan dengan SMS dan jika sudah laku, pemilik barang datang ke kios kami untuk menerima pembayaran barangnya yang laku.
Terus bagaimana kalau barang tidak laku? Pemilik barang biasanya menukar dengan barang lain dan mungkin barang yang tidak lakuk di kios kami bisa dan mungkin sekali laku di tempat lain. Jadi kalau mau menitipkan barang konsinyasi sebaiknya jangan hanya ke satu toko. Kalau bisa menitipkan barang ke banyak toko, sama saja kita punya toko banyak tanpa harus sewa toko, tanpa harus membayar karyawan, dan uangpun mengalir…
Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s), Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender, Jaktim
Tpl. 021-9828 4731
(Mau dapetin diskon-nya?? Datang aja ke kios kami…)


Maret 4, 2007 pukul 1:29 am |
sukses
Maret 5, 2007 pukul 3:10 pm |
Sukses juga buat anda Pak Fikri.
Salam
FM
September 1, 2007 pukul 1:30 am |
Pak saya mau tany tentang konsinyasi.
saya sedang mengerjakan tugas akhir kuliah saya(skripsi) dan saya mengangkat tentang pengakuan pendapatan atas penjualan barang konsinyasi yang sesuai dengan PSAK No. 23.
saya mohon bantuan bapak.
September 3, 2007 pukul 3:34 pm |
Mas Vani, mohon maaf kalau saya tidak bisa banyak membantu. Soalnya meskipun saya pernah belajar akuntansi, saya sudah banyak lupa. Saya sekarang pakai pembukuan yg amat sangat sederhana, yang penting semua transaksi masuk-keluar tercatat. Meskipun belum mengikuti PSAK tapi sudah cukup mewakili untuk usaha yg masih amat sangat sederhana ini. Tentu perbaikan setiap saat saya lakukan agar lebih profesional.
Untuk tetek bengek masalah konsinyasi, karena toko saya cuma menerima titipan barang, tentu penghasilan akan saya catat saat terjadi transaksi dan saat yg sama saya jadi punya hutang kpd pemilik barang. Itu saja prinsipnya dan saya tidak menitipkan barang ke orang lain. Jadi simpel saja.
Oke semoga cepat lulus kuliahnya dan kalau sudah lulus nggak usah repot2 cari kerjaan ya, bikin kerjaan yang sebanyak2nya, Oke..!
Salam
FM
September 5, 2007 pukul 9:41 am |
Pak, saya mau bertanya…
Bagaimana prospek bisnis belut di Sumatera Utara,
Dimana saja pasarnya
bagaimana memasarkannya…
dan apakah harganya relatif stabil atau tidak fluktuatif?
Mohon penjelasannya…
TK
September 5, 2007 pukul 12:44 pm |
Saya pernah melihat liputan di Elshinta TV tentang penangkapan belut di Klaten. Malam harinya belut di tangkap, siang habis terjual. Dan ada kekhawatiran populasi belut akan terus berkurang.
Artinya peluang bisnis belut masih terbuka. Bahkan katanya untuk ekspor juga masih berpeluang. Ada rekan TDA yg bisnis belut, coba cek di abuafra.blogspot.com.
Cara memasarkan, yg saya lihat di Elshinta, penangkap belut menjual ke pengumpul dan kemudian di jual langsung ke Pasar tradisional. Untuk jalur lain mungkin bisa Bp cari pengumpul belut atau bekerja sama dengan peternak belut lainnya.
Masalah harga saya kurang tahu Pak, saya belum pernah terjun di bisnis belut.
Semoga bisa membantu
Salam
FM
September 30, 2007 pukul 8:18 pm |
Mo tanya Pak, Kalo konsinyasi itu perhitungan bagi hasilnya seperti apa ya ? Apakah kita memberikan harga lebih rendah, dan si toko bebsa menjual dgn harga berapapun atau kita tentukan harga jualnya dan kita beri diskon utk toko ??
Oktober 1, 2007 pukul 2:18 pm |
Bu Beti
Dua-duanya bisa dijalanin Bu, kuncinya asal bisa laku, dan kedua belah pihak dapat untung.
Harga jual boleh Ibu yang nentuin dan toko mendapatkan prosentasi keuntungan.
Boleh juga harga diserahkan kepada penjual (toko).
Dalam bisnis sering berlaku prinsip fleksible, nggak usaha kaku-kaku.
Salam
FM
Oktober 2, 2007 pukul 4:28 pm |
ass.salam kenal.saya ibu rumahtangga. tetapi saya suka bekerja pak.hitung2 untuk menambah penghasilan keluarga.selama ini sudah beberapa usaha yang saya jalani.tapi sampai saat ini blm berhasil.sekarang saya membuat kerudung.cara konsinyasi juga sudah saya lakukan.tapi tidak begitu memuaskan,walaupan tetap saya jalankan.yang mau saya tanyakan bagaimana sebaiknya sistim yang harus saya terapkan,kadang saya membeli tabloid peluang usaha untuk meniru orang2 yang sdh sukses,tapi mungkin bagi saya terlalu berat untuk menirunya,disamping itu domisili saya didesa.mohon saran bapak.terima kasih.
Oktober 2, 2007 pukul 4:42 pm |
Wa’alaikum salam
Bu Siti, sudah jalan berapa lama usaha jilbabnya. Kalau sudah jalan lama, Ibu bisa pelajari saat jilbabnya laris dan bisa dicari kenapanya saat jilbab kurang laris.
Di toko saya ada satu produk jilbab yang baru naik penjualannya, ternyata pasokannya jadi tersendat. Artinya peluang penjualan jilbab masih bagus, asal model dan harganya cocok dengan segment-nya.
Bagaimana juga kekuatan / kapasitas produksi Ibu? Kalau sudah besar mending iklan di majalah-majalah muslimah.
Oh ya kalau boleh tolong kirim gambarnya Bu, siapa tahu kita bisa kerja sama.
Salam
Fuad Muftie
Oktober 3, 2007 pukul 11:36 am |
Assalamu’alaikum wr. wb
Pak Fuad, selamat bertemu lagi, terimakasih atas balasan bapak soal saya yang hampir putus asa. Alhamdulillah sekarang saya jauh lebih baik, saya mohon saran bagaimana nh saya sudah punya ide bisnis buka toko buah di daerah kota di Tangerang, insya allah sudah ada modal tapi rasanya kalo habis hanya untuk sea tempat kok rasanya sayang banget. Temaptanya insya allah menjanjikan, tetapi bagi saya itu terlalu besar +/- 800 m2, sya hanya butuh +/- 100 m2. Jadi kalu ada rekan-rekan yang masih cari tempat usaha dan siap modal kita dapat gabung biayanya, tempatnya ramai sekali. Ada bangunan rumah, meski lama tapi cukup luas. Sedang saya hanya butuh halaman saja. Maaf nih pak Fuad, kalo ada rekan yang masih bingung cari tempat yang strategis dapat gaung dengan saya. Biaya sewa semua 20 juta/th minimal sewa 2 tahun. Pak Fuad silakan disampaikan ke teman-teman no hp saya 08121858825, oh ya lokasinya disekitar rumah sakit, depan pasar dan insya allah ramai, di seputaran kota Tangerang.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Oktober 3, 2007 pukul 12:43 pm |
Wa’alaikum Salam
Syukurlah kalau kondisinya semakin membaik.
Wah bagus tuch jualan buah di dekat Rumah Sakit dan Pasar. Mudah2an bisa ketemu partner yang bisa bersinergi dan berbagi tempat sewanya.
InsyaAlloh saya sampaikan ke teman2 yg lain.
Sukses
Fuad Muftie
Oktober 3, 2007 pukul 3:58 pm |
alhamdulillah,atas jawabannya,pak.saya baru 2 thn ini memulai usaha jilbab.saya memakai cara konsinyasi untuk iklan juga menurut saya,benarkah cara ini ,pak?saya biasa menerima pesanan yang modelnya meniru jilbab2 yang sudah terkenal.tetapi bahannya yang bhn murah yang bisa terjangkau untuk kalangan menengah kebawah.saat ini saya berkeinginan untuk menjangkau menengah keatas,bagaimana menurut bapak?bisakah prospek itu saya jalani,mengingat kendala juga pada modal,bgimana solusinya?disamping itu ada kendala cara memasarkannya.slm ini saya menitipkan ke teman2 pengajian,dan itu belum bisa mencapai target,walaupun saat ini target saya blm muluk2,asal bisa muter aja modalnya.gambar yang dimaksud,gambar apa yang harus saya kirim?bgaimana dengan sistim mitra kerja?kemarin saya ditawari teman,bisakah itu saya lakukan,mohon penjelasannya.terimakasih beribu trm kasih.salam.
Oktober 4, 2007 pukul 1:16 pm |
Memang konsinyasi bisa menjadi salah satu cara berpromosi, tapi jenis promosi sangat banyak, bisa lewat brosur, kartu nama, spanduk, sticker, dll. Yang penting lihat hasilnya, apakah cara promosi yang dipilih memberikan hasil atau tidak.
Bu Siti harus sudah mulai memikirkan dan memilih model bisnis yang akan diseriusin. mau model produksi berdasar pesanan, atau produksi masal dan dipasarkan sendiri atau minta pihak lain memasarkannya. Sepertinya ibu masih serabutan ya. Nggak apa-apa sich untuk langkah awal, tapi tetap harus dipikirkan 1, 2, 5 tahun kedepan, bisnisnya akan seperti apa.
Untuk menentukan segment menengah-bawah atau menengah-atas silahkan ibu putuskan sesuai pengalaman ibu selama ini mana yang lebih menguntungkan. Mungkin bisa dibidik semua dulu untuk mengetest, baru nanti diputuskan fokus dimana. Umumnya sich segment menengah atas lebih menjanjikan, kalau segment menengah bawah yang diambil biasanya harus dalam partai besar.
Masalah modal, memang selalu menjadi kendala pada awalnya, tapi kalau kita pintar mengelola sumber daya yang ada, insyaAlloh bisa disiasati.
Sistem penjualan juga banyak jalannya Bu, ada produsen yang menjual sendiri ke sentra grosir, ada produsen yang menjual lewat jaringan keagenan, ada yang menitipkan lewat distributor yang lebih berpengalaman, ada yang menjualnya lewat internet dll. Ibu selidiki dulu yang lebih mudah bagi ibu dan mana yang bisa memberikan hasil yang optimal.
Semoga bisa membantu
Salam
FM
Oktober 5, 2007 pukul 11:12 am |
Terimakasih ats saran yang telah bapak berikan,insyaAllAH saya akan mencoba sistim yang bapak berikan.semoga bisa menjadikan saya lebih maju dan berkembang.menurut bapak,saya lebih baik memakai sistim yang mana kalau saat ini sudah saya putuskan untuk merambah di segmen menengah keatas?
Oktober 5, 2007 pukul 2:43 pm |
Sama-sama Ibu, mudah2an lancar usahanya ya Bu. Wah rasanya Ibu sendiri yang harusnya bisa menilai sistem yang seperti apa yang bisa jalan. Saran saya sich coba dulu salah satu cara yang sudah Ibu jalani dan sukses dan coba lagi cara lain sambil dinilai / diamati kalau cara ini memberikan hasil atau tidak.
Kalau sudah bisa mengumpulkan modal untuk beriklan di majalah, boleh juga dicoba Bu, biar cakupan usahanya semakin luas. Dengan blog atau website juga layak dicoba Bu.
Salam
Fuad Muftie
Oktober 9, 2007 pukul 4:28 pm |
ass. terimakasih atas jawaban bapak tentang prospek kedepan usaha saya.selama ini sistim yang saya pakai belum memenuhi target yang maksimal.karena lingkup daerah saya yang sudah terblokir oleh usaha konveksi yang menjamur.bagaimana cara agar saya bisa menjaga mutu produksi saya?memang saya akui sentra konveksi bersaing dengan harga.setidaknya pembeli membandingkan produk yang saya buat dengan produk konveksi dalam masalah harga.seandainya saya mengirim contoh produk saya ke toko bapak bagaimana?bisakah bapak menilai kwalitas produk yang saya buat,dan mohon kritikannya.alhamdulillah .
Oktober 10, 2007 pukul 10:54 am |
Wass. Wr Wb.
Bu Siti, saya ingat pesan salah seorang pengusaha “kita ini sering berpikir kalau punya usaha di satu tempat yang dipikirkan hanya tempat itu saja, sehingga pasarnya menjadi terbatas, cobalah untuk berpikir pasarnya sampai mancanegara paling tidak seluruh Indonesia gitu…”
Kalau Bu Siti merasa terblokir saat ini, itu hanya pikiran Ibu saja, Pasar Indonesia masih terbuka luas. Saya sendiri belum bisa menjangkau keluar daerah, tapi paling tidak sudah ada rencana go Indonesia, dan go International, InsyaAlloh.
Untuk menjaga mutu produksi, tentu Ibu lebih tahu lah, lha saya belum pernah menginjakkan kaki di dunia produksi. Kalau mau mutu terjaga terus coba ikuti SOP perusahaan manufaktur yang besar, kita terapkan semampu kita dulu di usaha kita.
Masalah persaingan, memang sering menakutkan, tapi lagi-lagi saya dapat saran dari pengusaha yang lain “Kalau mau keluar dari persaingan, buatlah usaha kita menjadi unik dan menarik” Disini dibutuhkan kreatifitas kita. kalau kita bisa unik maka orang lain yang akan mengekor kita, begitu kira-kira nasehatnya.
Kalau memang Ibu percaya saya, silahkan saja dikirim ke rumah saya, InsyaAlloh saya siap membantu untuk menilai produk Ibu. Kalau memang OK, InsyaAlloh saya siap membantu memasarkan di toko saya.
Salam
Fuad Muftie
(Alamat saya di Jl Bunga Rampai VI/4/71, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, 13460)
Oktober 18, 2007 pukul 4:38 pm |
TAQOBBALALLOHU MINNA WA MINKUM.SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.SEMOGA BERKAH DI HARI RAYA INI BISA MENAMBAH KREATIFITAS SAYA UNTUK USAHA YANG SAYA JALANKAN INI.TERIMA KASIH BANYAK ATAS BANYAK SARAN YANG TELAH BAPAK BERIKAN ,INSYA ALLAH AKAN SAYA TERAPKAN UNTUK MEMULAI USAHA YANG LEBIH BAIK.SAYA SAAT INI MENCOBA UNTUK MEM,BUAT KATALOG KECIL DENGAN MODEL PUTRI SAYA,DENGAN KERUDUNG PRODUKSI SAYA SERTA KARTU NAMA YANG SEDERHANA DENGAN LABEL “GERAI KEROEDOENG SAUSAN”INSYA ALLAH NANTI KALAU SUDAH JADI,SAYA AKAN MENGIRIM NYA UNTUK BAPAK,DAN MOHON KRITIKAN NYA. TERIMAKASIH.
Oktober 18, 2007 pukul 9:18 pm |
Assalamu’alaikum wr. wb
pak fuad tulisan anda diblog ini sangat bermanfaat dan memotivasi orang untuk tetap semangat dan berusaha. semoga blognya semakin banyak visiter ya.
oh ya buat rekan2 yg punya usaha toko busana, jilbab dll kalo dikombinasi dgn kosmetik bagus juga lho….mungkin kita bisa kerja sama
website saya http://www.kirana-kencana.com silahkan kunjungi siapa tahu jodoh hehehehe….
Oktober 19, 2007 pukul 9:42 am |
Assalamu’alaikum wr wb pak fuad,bagaimana kalau bahan yang saya pakai selama ini mutunya kurang bagus,krn selama ini saya beli di kudus dengan me ngecer.bagaimana sebaiknya tips untuk membeli bahan yang bisa terjangkau ?mohon tipsnya.terima kasih.
Oktober 25, 2007 pukul 7:30 am |
@ Bu Siti Qowiyah,
Sama-sama Bu, mohon maaf lahir bathin. Ditunggu ya Bu contoh barangnya.
Mengenai mutu bahan, terus terang saya belum pernah membeli bahan untuk produksi sendiri. saya hanya menjual produk yg sudah jadi dan tidak memproduksi sendiri. Saya kurang tahu pasar-pasar tempat penjualan bahan yang bagus dan murah. Saran saya, kalau memang merasa kurang cocok, coba lagi di tempat lain. Mungkin Ibu bisa bertanya-tanya pada sesama produsen jilbab / busana muslim. Atau bisa tanya ke penjahit / tailor yang pada umumnya tahu tempat membeli bahan2 yg bagus. Atau bisa coba langsung cari tahu ke pabrik-pabrik tekstil.
@ Kirana
Wa’alaikum salam Wr Wb.
Terimakasih atas kunjungan adan apresiasinya. Mudah2an banyak yang tercerahkan dengan blog saya yg sederhana ini dan bisa diambil manfaatnya sebanyak2nya. Sukses juga buat usahanya semoga terus maju.
Salam
FM
November 16, 2007 pukul 9:10 am |
Bos… saya seorang karyawan BUMN, merasa penghasilan saya pas2an, saya coba mau buka bisnis di perumahan. ada beberapa bisnis yaitu warung makan, bengkel dengan menyewa tempat 8 jt per tahun yang menjalankan istri saya, kira-kira bisnis tersebut mana yang cocok untuk daerah perumahan.
November 20, 2007 pukul 11:43 am |
Pak Joni,
he.. he.. he.. kalau memilih usaha bengkel berarti harus cari montir yg handal dan bisa nurut sama istri Anda yang akan jadi pengawasnya.
Untuk bisnis di perumahan, dua-duanya cocok-cocok saja. Tinggal disesuaikan saja dengan keinginan istri Anda, karena beliau yg mau menjalankan. Untuk rumah makan secara umum cocok dijalankan oleh ibu-ibu. Sedangkan bengkel, istri Anda jangan sampai dijadiin montirnya ya
usaha lain di perumahan juga banyak lho Pak. Tapi kalau memang istri Anda yg mau menjalankannya, sebaiknya cari usaha yang memang diminati sama istri Anda. Jangan sampai ada rasa terpaksa menjalankan bisnis, khawatir nantinya saling menyalahkan kalau terjadi ketidaksesuaian.
Semoga lancar usahanya
Salam
Fuad Muftie
November 21, 2007 pukul 2:51 pm |
assalamu’alaikum
P Fuad, saya tertarik dengan tulisan bapak diatas, terutama tentang kondisi ideal yang sebenarnya tidak perlu kita tunggu untuk memulai bisnis. rasanya saya sekarang masuk dalam kondisi tsb (tidak ideal).saya sekarang bekerja di luar negri sehingga kesempatan untuk pulang sangat minim,4-6 bulan sekali, itupun paling cuma 1-2 minggu.sedangkan istri ada di indonesia.
sebenarnya kami sepakat untuk memulai bisnis sendiri, tapi ternyata istri saya masih ragu-ragu/nggak pede untuk menjalankannya, sedang saya nggak mungkin terlibat langsung.
mungkin bapak ada ide/saran kira-kira apa yang harus saya lakukan?
terimakasih
wassallamu’alaikum
November 21, 2007 pukul 3:43 pm |
Wa’alaikum Salam Wr Wb
Wah kalau saya jadi Bapak, mungkin bingung juga ya… mikirin keluarga yg jauh, mikirin kerjaan, mikirin pingin buka usaha… he.. he.. he..
Mungkin dan kadang sesuatu yg kita cari-cari sebenarnya sudah ada di depan mata kita lho. Pak Khanif coba perhatikan sekeliling anda kira2 peluang apa yg bisa digarap. Tidak perlu menunggu istri, mungkin Pak Khanif dulu yg memulai.
Hmmm… kalau yg ada di pikiran saya, bisa saja dicoba jualan online (kalau yg ini jangan tanya saya howto-nya, saya blm pengalaman), atau bawa produk Indonesia untuk dijual di tempat Anda, atau bawa produk yg ada di negara tempat tinggal Anda ke Indonesia untuk dijual sama istri Anda, atau … apa ya…? Bingung juga sich…
Mungkin itu dulu Pak, gali potensi2 yg ada di sekitar kita dulu, sebelum meminta / menyuruh orang lain untuk memulai.
Maaf kalau kurang membantu dan Alhamdulillah kalau ternyata bermanfaat.
Salam
Fuad Muftie
November 21, 2007 pukul 4:38 pm |
assalamualaikum,
sebelumnya saya minta maaf,belum bisa mengirim contoh barang beserta katalognya.saya masih mengamati pasar pada saat ini.sebetulnya saya berani untuk berspekulasi,tapi suami saya nggak berani untuk berspekulasi,karena keterbatasan modal juga.baghaimana sebaiknya,pak?padahal saya sudah optimis untuk terjun dalam usaha ini setelah ada masukan dari bapak.mohon nasehat,bagaimana sebaiknya,dan apa yang harus saya kerjakan mengingat keadaan pasar yang rada sepi.terimakasih
November 22, 2007 pukul 4:48 pm |
assalamu’alaikum..
terimakasih P.Fuad atas tanggapannya. sebenarnya saya kerja di luar baru setahun yang lalu, itupun dilatarbelakangi keinginan yang kuat untuk punya usaha sendiri (ngumpulin modal).
untuk membawa barang dari sini keindonesia, menarik juga. menurut pengalaman bapak, barang apa yang paling mudah dijual?
wassallam
November 22, 2007 pukul 5:20 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
@ Siti Qowiyah
Nggak apa-apa Bu, jalani saja dulu action Ibu saat ini. Untuk ekspansi memang butuh nyali. Feeling Ibu boleh kuat, tapi nasehat suami perlu didengar juga. Saya dan istri juga sering gitu, istri sudah pingin borong ini-itu, tapi tetap saya bantu dengan analisa data, sehingga keinginannya yg menggebu-gebu tidak kebablasan. Tapi ini subyektif lho Bu, kalau memang Ibu sudah amat-sangat yakin, ya gantian Ibu bisa meyakinkan suami tentang langkah Ibu. Saling mengisi gitu lah…
Semoga terus maju ya Bu. Nggak coba pasang iklan di majalah2 muslimah Bu. Saya kemarin dapat cerita dari salah satu produsen, setelah pasang iklan ordernya melonjak tajam.
Salam
@ Khanif
O.. begitu, mudah2an tujuan Anda cepat tercapai biar cepat bisa buka usaha. Padahal buka usaha tidak selalu butuh banyak modal. Tapi itu pilihan Anda, silahkan diperjuangkan.
Saya tidak bermaksud memberi contoh, ini cerita seseorang yg tinggal di Jepang. Beliau setiap pulang Indonesia, di sini kulakan ragi tempe (katanya di sana belum ketemu yg cocok) dan bawa rokok. Di Jepang buat dipakai membuat tempe ala Indonesia dan rokoknya dijual ke sesama pendatang yg rindu rokok Indonesia.
Tapi cara ini, kurang bagus untuk kelangsungan usaha sich. Kalau mau yg lebih menantang, coba cari peluang mengekspor produk Indonesia ke tempat Anda. Atau mau coba menjual jilbab-jilbab dari saya? he.. he.. he..
Pokoknya coba amati dulu, kalau sudah ngeh dan mak nyusss tingal ambil tindakan.
Sukses
Fuad Muftie
November 26, 2007 pukul 12:19 pm |
assalamuialikum………………
bila anda ingin cepat maju usahanya jangan pernah berpikiran untuk untung terus, gimana caranya anda bisa mendapatkan pelanggan,dan juga jangan pernah buat pelanggan anda kecewa apa lagi marah kepada anda,selalulah tersenyum kepada pembeli anda,
carilah tempat yang strategis seperti di daerah yang banyak penduduknya,:D
bila anda ada saudara jangan pernah kasih mereka mengebon bila itu terjadi hancurlah usaha anda…………
wws……….
November 26, 2007 pukul 1:54 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Memang dunia usaha sangat dinamis. Pola pikir pengusaha juga sangat dinamis. Saat semua orang yang buka usaha selalu mencari untung, Om Bob Sadino malah bilang kalau mau usaha harus cari rugi. Sebab katanya kalau cari untung, terus dapatnya rugi, jadinya sakit hati. Tapi kalau cari rugi, malah dapat untung, akan bahagia dan bersyukur.
Yang jelas dunia usaha sangat dinamis bisa untung, bisa rugi. Dan satu lagi saya pernah ngobrol dg sesama penjual busana, kalau kita buka usaha dan bisa jalan terus bisa dipastikan kita untung, meskipun rugi, kerugian akan tertutup dari keuntungan yg lain.
Pernyataan “jangan buat pelanggan kecewa”, sama Om Bob Sadino juga dibalik. Justru beliau membikin kecewa pelanggannya dengan memberi telur yang busuk. Setelah marah2 baru telurnya ditukar dg telur bagus dlm jumlah yg lebih banyak. Akibatnya pelanggan jadi banyak cerita ke orang lain kalau Om Bob Sadino itu penjual yg baik hati. Jadi boleh dong bikin pelanggan kecewa, asal bisa di counter dg tindakan yg membuat pelanggan lupa atas kekecewaaannya.
Tempat yang strategis, juga tidak menjamin 100% usaha sukses. Kalau tidak dikelola dg baik bisa saja jatuh. Banyak juga pedagang di tempat yg tidak strategis, tapi laku barang dagangannya dan untung pula. Lokasi memang modal yg penting tapi lebih penting lagi bagaimana mengelolanya.
Gunakan kreatifitas untuk mengatasi kekurangan dari usaha kita.
Salam
Fuad Muftie
Desember 1, 2007 pukul 11:34 pm |
asalamu alaikum
aku seorang karyawan.di warnet gimana caranya aku dapat ide yg bisa memajukan warnet .dan ide apa yg paling cocok.
Desember 2, 2007 pukul 7:17 pm |
ass. Pa Fuad saya baru kali ini buka web ini trus saya tertarik dengan dengan sistem usaha konsinyasi yang bapak rancang.keahlian saya di dunia it, saya seorang teknisi komputer, sudah 5 tahun saya bekerja di dunia it, saya pengen buka usaha sendiri tentunya yang sesuai dengan keahlian saya. yang saya tanyakan konsep seperti apa yang sesuai dengan keahlan untuk memulai usaha.nuhun…..
Desember 3, 2007 pukul 2:25 pm |
@ romli
Saya tidak punya pengalaman bidang warnet, kalau warnet mau maju coba pelajari warnet lain yg maju, jadikan warnet tadi sbg contoh, lakukan pengamatan kenapa bisa warnet tadi maju, tiru langkah2 / strategi yg sudah diambil warnet tadi, kalau bisa diterapkan, terapkan di warnet anda kalau tidak bisa diterapkan, modifikasi strateginya.
Semoga bisa maju warnetnya…
@ likkonen
Kalau Anda ahli IT dan menyukai IT, bisa coba buka bengkel IT, bisa buka Software house, bisa buka toko komputer dan perlengkapannya, bisa coba internet marketing, dll.
Saya pikir kemungkinannya tidak terbatas, yg membatasi hanya pikiran kita, hanya imajinasi kita yg terbatas. Gunakan kreatifitas untuk mengembangkan apa2 yg sekarang sudah Anda lakukan.
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 4, 2007 pukul 2:07 pm |
As.Wr.Wb,
Kami mempunyai beberapa produk berupa baju bordir. pakaian muslim anak-anak, tikar mendong, dan beberapa kerajinan dari tikar mendong. Bagaimana caranya kami bisa bekerjasama dengan Bapak dengan sistem konsinyasi. Atas Perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.
Desember 5, 2007 pukul 5:26 pm |
Pak Doni tinggal di mana Pak?
Kalau di Jakarta bisa ketemu langsung saja gimana Pak, sekalian biar bisa lihat produknya cocok apa tidak dengan segmen toko saya.
Atau boleh hubungi saya atau istri saya di 0888-222-1638 atau 021-98 567 062.
Terimakasih.
Fuad Muftie
Desember 6, 2007 pukul 4:09 pm |
Pak Fuad, dalam waktu dekat ini saya akan membuka usaha yaitu RUMAH SNACK, yang Insya Allah prospeknya cukup lumayan didaerah saya. Yang saya pikirkan disini adalah bagaimana menjaring supllier/produsen yang mau konsinyasi dengan kami. Bagaimana caranya????
Misalnya, apakah perlu, saya kulakan dulu aneka snack kemudian saya pajang… sambil menunggu produsen/supplier yang mau konsi?
Kedua, kebetulan rencana toko kami buka sejak jam 5.30-20.00 WIB. Agar terjaga kualitas dagangan (tidak busuk/bau) perlukah setoran dagangan dibuat 2 shift (mis. pagi/sore)?
Apakah ada perbedaan harga antara konsinyasi dg cash???
terima kasih, mohon tanggapannya
Helmi
Desember 8, 2007 pukul 12:12 pm |
pa Fuad…rencana saya tuk buka toko komputer sudah ada hanya yang jadi permasalahan selama ini berapa modal yang harus saya butuhkan,bagaimana konsepnya, gimana klo gak berhasil…dan sebagainya…saya jadi bingung…..
Desember 10, 2007 pukul 12:07 pm |
@ Helmi Kurniawan
Banyak cara menggaet suplier Pak, yg perlu diketahui masing2 suplier biasanya memakai caranya sendiri untuk memasarkan produk. Ada yg sistem Agen, sistem ditributor, dll. Ada yg protect area, ada yg bebas. Tinggal hubungi produsennya dan tanyakan sistem distribusinya, terus ikuti cara dan nasehatnya.
Untuk yg konsinyasi umumnya mereka mau naruh barang kalau di tempat kita potensi lakunya besar. Mana ada orang mau naruh barang di tempat yg tidak laku. Untuk itu buktikan dulu kalau kita bisa menjual dan toko kita adalah toko yg laku.
Untuk sistem sift setoran, tanyakan langsung saja sama suplier atau produsennya, intinya ya tanyakan dulu sistem mereka, kita ikuti kalau cocok. Kalau nggak cocok, cari suplier lainnya. Jangan terpaku dg pikiran kita sendiri, be creative, uji dg yg kecil2 dulu.
PErbedaan harga konsinyasi dan cash? Umumnya beda Pak. Konsinyasi bisa lebih tinggi daripada beli cash. Tapi tergantung produk dan supliernya sich Pak.
@ likonen.
Wah, untuk modal yang sekarang Anda punya berapa? Gunakan dulu sebagian, sebagian lainnya buat cadangan. Kalau tidak mencukupi mulai saja dari yg ada. Saya kurang tahu detailnya bisnis komputer.
Masalah yg lain, jangan dianggap rumit dulu dech. lepaskan belenggu pikiran sendiri. Dariapada mikirin gimana nanti kalau nggak untung, mending mikirin gimana caranya nanti cepat untung. Daripada mikirin bingung mau usaha, mending mikirin gimana caranya nggak bingung, daripada mikirin konsepnya yg rumit2, coba saja dulu dari yg kecil2, nanti pelan2 perbaiki konsepnya.
Saya dulu buka kios Addina juga nggak pakai konsep. Buka saja dulu. Setelah buka, baru perbanyak produk yg cocok, perbaiki sistem penjualan, perbaiki lay out kios, dan InsyaAlloh tahun depan kami akan pindah ke toko yg lebih besar dan tentu saja akan ada perbaikan konsep penjualan, konsep kemitraan dan konsep-konsep lainnya yg dulu tidak pernah terpikirkan!!! (Mohon doa restunya ya semoga toko kami yg baru lebih laris, lebih menguntungkan, dan lebih BAROKAH)
Hal yg paling berat dalam berbisnis adalah MEMULAINYA. Kalau sudah mulai, jalan dan kemungkinan akan terbuka lebar, asal jangan mempersulit dan membelenggu pikiran kita sendiri.
Salam
Fuad Muftie
Desember 11, 2007 pukul 1:41 pm |
assalamu’alaikum…
pak fuad…InsyaAllah apa yang bapak tuliskan sangat bermanfaat bagi semuanya. pak ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan dengan bapak ( semoga tidak mengganggu ).
saya sangat berkeinginan untuk mempunyai usaha. saat ini saya bekerja dan masih mempunyai waktu luang. akan tetapi saya bingung usaha yang cocok untuk saya. jika ada yang menarik maka saa kepingin usaha tersebut, akan tetapi jika ada yang lain maka saya juga ingin kembali akan tetapi hal tersebut membuat bingung dan hingga saat ini belum melangkah untuk menentukan usaha apa yang akan saya lakukan.
sedangkan ada saran yaitu usaha hal yang diminati saya pun hingga saaat ini tidak tahu apa yang saya minati. jadi mungkin ada masukan apa ang musti saya pikirkan dan lakukan agar saya bisa segera memulia apa yang ada dinagan-angan. terima kasih.
wassalamu’alaikum
[Fuad]
=> baca postingan saya
di sini
Desember 17, 2007 pukul 9:23 pm |
aww, saya seorang ibu rt biasa, ingin memberi sedikit pengalaman yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi rekan2 lain yang ingin buka usaha dan masih ragu memulainya…..Saya baru memulai usaha hmpr 2 bulan, tepatnya sejak tanggal 24 Okt 07, berjualan apa saja…dari pakaian wanita, mukena, baju anak, batik,jilbab, dll…Bermula secara spontan tanpa banyak pertimbangan, dari niat membantu seorang teman yang ingin usaha tapi tak punya modal, jadi saya bantu dengan produk2 yang saya beli grosiran dari jakarta (kebetulan saya sering mondar mandir jakarta-semarang), lalu dia jual ke kantor dengan sistem cash maupun credit max 2bulan. Dari satu teman,berlanjut ada teman lain yang jg mau menjual barang2 sya , bahkan saya tawarkan ke guru anak saya…terus begitu hingga ada 5orang yang saya percaya yang mau menjualkan barang2 saya. Karena target saya bulan pertama hanya baru “mencari pasar”, saya hanya mengambil keuntungan sangat minim dan membiarkan mereka menentukan harga penjualannya. Satu bulan pertama, berdasarkan pantauan dari teman2 marketing atas produk yang diinginkan pasar, saya selalu mendatangkan produk2 baru tiap hari senin dan/rabu dan merolling produk2 tersebut setiap hari jumat ke masing2 marketing…sehingga produk tidak terlalu lama dipegang oleh 1 marketing dan variasi produk bisa dinikmati semua marketing dengan adil.. Genap 1 bulan, semua produk dikembalikan pada saya, saya istilahkan “opname produk” jg hari untuk setor hasil penjualan, sehingga saya bisa menghitung secara tepat omzet dan profit saya dalam satu bulan…sungguh terkejut saya mendapatkan omzet yang 4x lipat dari target yang saya rencanakan…, dan jumlah produk yang terjual mancapai 200pcs, shg saya berkesimpulan: dari modal yang saya keluarkan, bila bulan2 berikutnya dapat saya (dan teman2) pertahankan, saya cukup optimis dalam 2-3 bulan akan bisa tercapai BEP,.. Padahal saya memulai usaha setelah lebaran, dimana sebenarnya pasar biasanya kurang bergairah…tapi ternyata sistem yang saya jalankan cukup efektif karena “menjemput bola”…walaupun terus terang saya hampir tidak mengeluarkan “keringat” karena saya hanya memanage saja, memberi sedikit training dan tentunya menerapkan open managemen…tak akan tercapai kesuksesan bila tanpa kerjasama yang baik dan ikatan yang kuat antar personal…sebagai ibu yang punya anak batita, tentunya waktu saya jd masih cukup banyak untuk mengurus keluarga. Semoga pengalaman saya membawa inspirasi dan semangat untuk yang membutuhkan…terutama bagi ibu2 rt yang lain,…selamat memulai usaha…
wassalam
Desember 18, 2007 pukul 2:34 pm |
Bu Fauziah, terimakasih banyak atas pengalaman Ibu, sungguh sangat inspiratif dan bisa menjadi contoh / model bagi yang masih ragu-ragu.
Tidak tahan untuk memberi komentar singkat, saya buatkan posting tersendiri
di sini ya Bu. Mohon ijinnya dan terimakasih banyak, semoga bisa bermanfaat
Wassalam
Fuad Muftie
=> baca Kreatif Membuka Usaha
Desember 20, 2007 pukul 7:09 pm |
terimakasih sudah membuat posting khusus atas komentar saya…senang sekali bisa menginspirasi orang lain, saya harap banyak yang terbantu….
Desember 22, 2007 pukul 10:23 am |
Assalamualaikum wr wb
Pak Fuad..maaf baru hari ini saya berkirim surat ,setelah saya tunggu selama satu bulan untuk melakukan usaha jilbab saya,belum ada respon dari suami untuk memulai usaha dengan berani berspekulasi,terus terang,kendala saya memang di modal.tapi alhamdulillah ada sedikit2 yang memesan produk jilbab saya.lumayan,untuk bantu tambal sulam kebutuhan sehari-hari.dulu saya ingin mengirim contoh produk saya ke bapak,apa masih bisa diterima?kira2 berapa potong?bisakah tanpa katalog?
terimakasih atas saran bapak selama ini.salam.
Desember 29, 2007 pukul 6:07 pm |
assalamu’alaikum P. Fuad
mau tanya lagi nih…pada awal mendirikan usaha/toko yang bapak punya, selain survei supply+deman seperti jawaban diatas, faktor apa lagi yang dapat kita jadikan parameter? tolong dong cerita awal mula bapak dulu mendirikan toko?
alhamdulillah saya pertengahan bulan depan bisa pulang, ingin sekali waktu libur yang 1-2 bulan untuk mereralisasikan keinginan saya, membuka usaha. ada beberapa pilihan namun yang paling kuat adalah toko busana muslim, soalnya istri juga interes kesana. untuk awal pengadaan barang, apakah trial & error? karena kita kan belum tahu keinginan pasar.
terimakasih sebelumnya.
oh ya…saya berencana datang di milad TDA2 bulan depan, saya juga anggota milis walaupun pasif, mudah-mudahan kita bisa ketemu disana..
wassalamu’alaikum
Desember 30, 2007 pukul 3:29 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Pak Khanif, Silahkan Bapak tengoh di arsip blog saya, diawal-awal blog ini saya banyak bercerita awal mula usaha saya berdiri.
Ya betul, untuk awalnya kalau kita tidak ada mitra / mentor / pendamping, kita mesti trial dan error. Yg saya lakukan adalah menengok toko busana muslim yg sudah jalan, dan mencontoh produk2 yg dijual di sana. BIsa juga dengan melihat iklan2 yg selalu muncul di media masa (majalah2 muslimah).
Oke Pak, mudah2an bisa ketemu. Di TDA banyak pengusaha busana muslimah dan barangkali bisa saling bersinergi.
Wassalam
Fuad Muftie
Januari 9, 2008 pukul 9:33 am |
Assalamualaikum
SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARROM
Semoga di tahun yang baru ini saya bisa mendapatkan tips inspirasi dan trik memulai usaha yang baik dan bisa bermanfaat dari blog2 yang bapak muftie tampilkan.
alhamdulillah atas semua balasan surat 2 saya di blog ini.salam dari kami sekeluarga.
Januari 9, 2008 pukul 11:11 am |
Selamat Tahun Baru 1 Muharrom, Bu.
Terimakasih atas doanya, demikian juga Bu siti sekeluarga semoga di tahun baru ini mendapat kelimpahan rahmat dari Alloh SWT dan usahanya bertambah barokah…
Wassalam
ǝıʇɟnɯ pɐnɟ
Januari 31, 2008 pukul 11:53 am |
Assalammu’alaikum…
Ini adalah pertama kalinya ana joint di situs ini, jujur Alhamdulillah ana cukup senang dengan beragam kondisi dalam suatu usaha. Ana memang akhir2 ini ada azam yang cukup kuat untuk memulai suatu usaha, tepatnya dibidang makanan & minuman. Alhamdulillah dari keluarga memang diberi kelebihan untuk bisa memasak, orangtua ana membuka usahanya di Surabaya sedangkan saat ini ana bekerja di Riau-Daratan. Status ana saat ini adalah karyawan di perusahaan yang bergerak dibidang Pemboran Minyak di Duri-Riau tapi ana mulai jenuh dengan keadaan perkantoran. sudah 1 tahun lebih saya merantau dan banyak pengalaman khususnya mengenai msakan khas sumatera yang rata-rata pedas, asin dan bersantan. Ana masih kurang cocok dengan masakannya. Ide mulai bermunculan tatkala ada Nasi Rawon yang pertama kali di daerah ini tapi tetap saja terasa asin. Akhirnya dengan modal sedikit nekad, insya Allah moga Allah Ridho, ana akan membuka warung kecil-kecilan di dukung banyak teman walaupun sebenarnya modalnya hutang. Insya Allah, ana yakin prospek makanan di Duri-Riau ini cukup bagus karena masyarakatnya yang cukup konsumtif soal makanan ditambah belum adanya warung atau resto atau depot yang menyajikan masakan spesialist Jawa. hal itulah yang menggugah hati nurani ana untuk ISTIQOMAH dalam tahapan memanagemen warung makanan ini. Ana berharap doa & dukungan dari berbagai pihak, dan hanya kepada Allahlah kita semua dikembalikan & mengembalikan segala urusan, Amin Yaa Robbal Alamin.
Wassalam,
Januari 31, 2008 pukul 5:00 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Bu Fitri Ifony
Wah seneng sekali saya membaca komentar Anda. Mudah-mudahan usaha yang Anda rintis bisa maju, berkembang, dan barokah.
Sebenarnya ada sedikit minat saya di dunia kuliner, karena masa kecil saya juga hidup di lingkungan warung makan milik nenek saya. Cuma untuk saat ini masih fokus di garment / jilbab dan kawan2nya dulu.
Membaca postingan Anda, saya juga jadi yakin kalau usaha yang Anda rintis akan punya potensi yang menjanjikan. Setidaknya sudah memiliki keunikan dibanding usaha sejenis lainnya di Duri-Riau.
Saya jadi ingat waktu ke Timor-Timur sebelum merdeka, yang saya cari adalah makanan jawa karena bagaimanapun sebagai orang jawa akan lebih sreg kalau makan makanan yang cocok di lidah. Nah kalau di Duri-Riau belum ada masakan jawa yang njawani dan Anda yang memulai membuat rumah makan yang benar-benar rasa jawa pasti (mudah-mudahan) akan langsung menancap di benak pembeli-beli Anda sebagai rumah makan yang khas. Apalagi bagi perantau dari Jawa pasti rumah makan seperti ini akan dicari-cari.
Walaupun modalnya hutang, mudah2an bisa berjalan lancar sehingga bisa cepat dikembalikan hutangnya, meskipun banyak yang bilang hutang itu mulia, tapi kalau bisa jalan tanpa hutang kan lebih tenang.
Oke sukses ya Bu, saya ikut mendoakan semoga bisa berjalan mulus, terus berkembang maju dan yang penting semoga usaha dan rejekinya barokah dunia akhirat.
Wassalam
FM
Februari 19, 2008 pukul 11:20 am |
Jadi inget pas Mimin nitip cheese stick di toko kampus, hihihi tapi cuman bentar. Trus … jualan buku2 ‘n assesories pas ada acara bazar kampus. Tapi skarang dah kerja dibawah naungan boss, jadi agak susah memulai bisnis. Salam Super dari Jaksel.
Februari 19, 2008 pukul 1:23 pm |
Salam kenal Mimin, mudah2an semangat wirausaha Mbak Mimin kembali tersalurkan dan menemukan jalannya yang pass. Shg meski kerja dg orang lain, bisa juga mempekerjakan orang lain lagi yg lebih membutuhkan.
Mulailah dari pola pikir bahwa memulai usaha lagi lebih mudah, yakini saja dulu dan buang pikiran susah memulai bisnis lagi. InsyaAlloh ketemu jalannya nanti.
Wassalam
FM
Februari 19, 2008 pukul 10:02 pm |
assalamualaikum wr wb
pak fuad,saya memproduksi baju kaos muslimah
dan saya baru menyelesaikan websitenya
bagaimana menurut bapak mengenai website saya?
dan gimana caranya sistem konsinyasi dengan bapak?
mana tahu kita bisa bekerja sama kan pak…
kasih saran ya pak
email saya
amelia_griyamuslim@yahoo.com
salam
amelia
http://www.griyamuslim.net
081321038886
Februari 20, 2008 pukul 8:18 am |
W’alaikum salam Wr Wb
Bu Amelia,
Websitenya cantik sekali Bu, navigasinya juga simple. Mungkin bagus kalau ditambahkan Testimoni dan ruang untuk berinteraksi dengan pengunjung (buku tamu, komentar, shout box, atau semacamnya). Tinggal digencarkan promosinya Bu.
Untuk konsinyasi, selama ini beberapa pihak sudah melakukan kerjasama (konsinyasi) dengan toko Addina. Ada dua cara :
1. Suplier menitipkan barang dan menetapkan harga jualnya, sehingga kalau ada yg laku Toko Addina berhak atas sekian persen dari harga jual.
2. Suplier menitipkan barang tanpa menetapkan harga jual. Pokoknya kalau ada yg laku jumlah yang dibayarkan ke suplier adalah sesuai permintaan suplier. Tentu Toko Addina akan menaikkan harganya dengan mempertimbangkan harga produk sejenis lainnya.
Kemudian mengenai pembayaran ke Suplier. Ada yang mengecek setiap minggu dan ada yang mengecek sesempatnya. Pada saat mengecek, kita membayar atas produk yang laku dan suplier biasanya menambah lagi barangnya atau menukar barang yang belum laku dengan yang lain.
Untuk kerjasama dengan griyamuslim.net, kami masih terbuka. Cuma yang saya khawatirkan karena jarak yang lumayan jauh, mungkin akan timbul biaya pengiriman yang akan mempengharuhi harga jual.
Selain itu, penggunaan katalog di toko sangat efektif Bu. Jadi disamping ada barang juga ada katalog (hard copy). Toko Addina punya pola khusus bagi pembeli yang datang, biasanya kami tawarkan untuk lihat2 katalog dulu.
Demikian Bu, sekali lagi untuk konsinyasi kami siap menerima dan kami serahkan bagaimana polanya kembali kepada Ibu.
Wassalam
Fuad Muftie
Februari 20, 2008 pukul 11:57 am |
Assalamu’alaykum
Pak Fuad, sy pekerja suata swasta nasional, ditempatkan di Serui, Papua. Barang2 serba mahal disini, bayam 1 ikat saja = Rp.5000
semua serba mahal, sedangkan penghasilan sy alhamdulillah cukup ngepas utk sebulan, tp sy ingin usaha sambilan agar bisa nabung, persiapan kalo2 istri sy hamil, & utk cadangan dana darurat. Karean kami baru menikah & istri masih kuliah di jayapura, maka penghasilan sebulan sy dibagi 2.
kira2 usaha apa yg cocok bagi sy, krn jam kerja sy yg padat & istri masih di tempat beda, jd blum bisa bantu utk sambilan. mohon sarannya.
Wassalamu’alaykum
Februari 20, 2008 pukul 12:43 pm |
Wa’alaikum Salam Wr Wb
Pak Zulfikar, bagaimana koneksi internet di sana Pak. Kalau lancar layak dicoba internet marketing, bisa dilakukan kapan saja disela-sela waktu Anda. Tapi maaf saya sendiri belum melakukannya dg optimal, shg kalau berminat silahkan belajar sama ahlinya.
Alternatif lain, coba gali kemungkinan berjualan jasa. Khususnya bidang2 yg Anda kuasai dan bisa dikerjakan diwaktu luang Anda. Bisa jasa desain, jasa pengetikan, penerjemahan, dll yang berpeluang anda kerjakan.
Kalau mau belajar, coba belajar bisnis property. Banyak yang berhasil mendapatkan property dengan uang muka yang kecil sekali. Saya sendiri belum banyak ilmunya.
Itu sekedar pendapat saya, yang penting coba buka pikiran, buka mata dan mata hati atas peluang-peluang yang Ada di Papua.
Semoga bisa membantu
Fuad Muftie
Februari 23, 2008 pukul 2:26 pm |
asssalamualaikum wr.wb.
Baru hari ini saya sempat ke warnet untuk membuka website bapak.dan ternyata banyak yang harus saya ambil manfaat nya dari artikel bapak yang baru.disamping itu saya juga tertarik akan web nya ibu amelia.mungkin bisa jadi pemicu keoptimisan saya kembali.karena sekarang ini saya terus terang sedikit kendor mengelola usaha kecil saya .terimakasih juga buat ibu amelia yang secara tidak langsung membuka matahati saya kembali serius membuat kerudung.semoga saya bisa merealisasikannya.
wasssalamualaikum.
Februari 25, 2008 pukul 1:13 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Terimakasih Bu Siti telah berkenan mampir lagi di blog saya. Saya juga mendukung Bu Siti Qowiyah untuk terus berkreasi dengan produk kerudungnya, semoga cepat maju dan bisa menjadi trend setter-nya kerudung ya Bu.
Sukses selalu
Fuad Muftie
Februari 27, 2008 pukul 4:08 pm |
Assalamualaikum wr wb.
postingan terakhir tentang cukup satu alasan,menarik perhatian saya.seperti yang saya lakukan selama ini,tidur larut malam dan bangun dini hari.saya juga merenung untuk apa saya lakukan semua ini.sementara ini yang ada di benak saya,hanyalah sekedar untuk membantu menambah income rumah tangga saya.atau saya harus mulai berfikir tentang masa depan anak2 saya?biaya kuliah?yang mana yang harus jadi motivasi saya,agar saya tetap punya semangat untuk bekerja?mohon nasehatnya.
Februari 27, 2008 pukul 4:46 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Bu Siti, memang ’satu alasan’ tersebut unik bagi setiap orang. Saya sendiri belum menemukan ‘alasan’ yang paling kuat tersebut. Kalau saran saya sich jalani saja apa yang selama ini kita jalankan, lakukan perbaikan terus dan mulai waspada (aware) pada saat kita mencapai puncak motivasi, apa saja yang memicunya.
Misalkan saat memikirkan masa depan anak, tiba-tiba motivasi kita meningkat, nah spt itu kira-kira bisa menjadi acuan untuk terus memotivasi kita.
Ini baru kira-kira lho Bu. Mudah2an kita bisa menemukan potensi yang terdalam dalam diri kita seiring dengan proses menemukan satu alasan tersebut.
Wassalam
Fuad Muftie
Maret 2, 2008 pukul 5:15 pm |
Assalamualaikum wr wb
terima kasih atas balasannya ,pak
insyaAllah dalam bulan ini saya akan mengirim contoh barang ke toko bapak.apakah saya perlu juga membuat katalog?yang mungkin nantinya sangat sederhana?seberapa banyak yang harus saya kirim?
Maret 4, 2008 pukul 2:06 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Sebaiknya untuk memasarkan jilbab memang ada katalognya Bu. Soalnya biasanya di toko-toko jilbab yg menjual macam2 produk jilbab, tidak semua tipe jilbab bisa didisplay. Dg katalog akan membantu penjual maupun pembeli untuk menunjukkan dan untuk memilih tipe2 jilbab yg tersedia.
Biasanya faktor model yg digunakan dlm katalog akan sangat menolong penjualan produk jilbab ybs. Untuk itulah kalau kita lihat produk2 branded selalu menggunakan modal yg fotogenik.
Untuk pengiriman, silahkan ibu sendiri yg menentukan.
Wassalam
Fuad Muftie
Maret 5, 2008 pukul 5:12 pm |
Assalamualaikum wr wb
Pak Fuad,saya jadi merepotkan terus dengan pertanyaan,bagaimana dengan katalog yang akan saya buat itu tidak dengan model yang fotogenik,tapi dengan manekin/boneka?apakah akan mempengaruhi penjualan produk?
ada dua toko bapak,kemana yang harus saya tuju?terimakasih atas sarannya.
Maret 6, 2008 pukul 9:22 am |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Bu Siti, dalam menjalankan bisnis biasakan ‘test dan measure’ atau uji dan ukur. Kalau kita baru bisa mengambil strategi A, lakukan dulu, kita test / uji strategi tadi berhasil atau tidak, kita ukur seberapa efektifnya. Kalau bagus terusin, kalau gagal, ganti strategi lain, dengan strategi B, C, D, dan seterusnya.
Kalau orang lain sukses menggunakan katalog dg model yg fotogenik, kenapa nggak ditiru. Kalau belum mampu, baru bisa pakai manekin, ya jalanin dulu, coba dulu, kita test seberapa berhasil strategi tadi, kita ukur pengarunya bagi penjualan. Kalau berhasil ya tinggal diterusin, kalau gagal, coba cara lain lagi.
Toko saya sekarang di Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender, Jakarta Timur 13460, tlp 021-9828 4731
Toko di tempat lama sudah dipakai untuk usaha orang lain.
Wassalam dan Sukses selalu ya Bu.
Fuad Muftie
Maret 12, 2008 pukul 4:02 pm |
Assalam mualaikum Wr.wb.
Salam perkenalan pak. saya tertarik dgn artikel dan pencerahan yang bapak sampaikan.
Saya dan istri bekerja, tapi juga pingin punya usaha tambahan, bbrp rencana usaha sering muncul tapi selalu terbentur dengan biaya sewa tempat usaha, kami selalu khawatir apakah, dengan biaya sewa yang besar bisa balik modal belum lagi gaji karyawan yang akan jaga usaha. Gimana ini menurut bapak berdasarkan pengalaman bapak memulai buka usaha. kalau boleh tahu dimana toko bapak , ( petokoan atau perumahan ) dan gimana menurut bapak prospek usaha busana muslim ini, mengingat konsumennya masih terbatas. Terima kasih.
Maret 13, 2008 pukul 12:30 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Salam kenal kembali Pak Cipto,
Umumnya orang (pemilik tempat usaha) juga akan mempertimbangkan kewajaran harga sewanya. Asumsinya tidak mungkin pemilik tempat akan menyewakan dengan harga setinggi langit sehingga usaha di dalamnya tidak mungkin menutupi harga sewanya.
Untuk memastikan harga sewa yang wajar, bandingkan dulu dengan daerah sekitarnya, dengan toko / kios di samping kanan kirinya. Kalau dirasa kemahalan, kan masih bisa ditawar, sesuai harga pasar disekitarnya.
Dalam menjalankan usaha, kita tidak akan pernah tahu usahanya akan untung atau buntung kalau kita tidak mau memulainya. Untuk menghindari kerugian yang tinggi, jangan alokasikan semua harga benda kita (uang, tabungan, dll) semuanya untuk usaha. Gunakan sebagian dulu, yang kira-kira kalau usahanya gagal kita siap menerimanya dan siap menjadikan ‘uang yang hilang’ sebagai ongkos belajar.
Toko saya di ruko Pak, di dekat pasar dan di perumahan. Mengenai prospek busana muslim, silahkan Bapak pelajari dan amati sendiri dari tahun ke tahun, penjual dan produsen busana muslimah bertambah banyak atau berkurang banyak.
Semoga bisa membantu
Wassalam
Fuad Muftie
Maret 17, 2008 pukul 5:06 pm |
Assalaamu alaikum
Mungkin Bapak udah lupa sama saya. Saya dulu pernah memberikan komentar di blog Bapak, topiknya juga saya lupa. Saat itu saya sampaikan pengalaman saya jualan rambutan di monas tgl 17 januari 2008 dengan modal rp 250 rb saja. Alhamdulillah, tepat 2 bulan kemudian, hari ini, saya baru saja transaksi sewa tempat untuk satu tahun seharga Rp 4,5 juta. Dan sekarang saya tidak punya uang lagi untuk menambah tambahan isi toko. Barang yang saya punya hanya bisa untuk mengisi 1/2 toko. Tapi Insya Allah saya yakin pasti ada jalan.
Mengomentari apa yang di sampaikan Pak Cipto, tentunya untuk sampai ada keberanian menyewa tempat, ada proses awal yang harus dilalui, mulai dari yang kecil dulu (kasus saya dari jualan rambutan di monas), sehingga muncul keyakinan yang kuat bahwa kita akan berhasil, atau kalaupun gagal kita tahu resiko terjeleknya. Dan resiko terjelekpun tidak membuat kita bangkrut. Jadi intinya, ikuti proses pembelajaran, gagal dan sukses harus dilalui. Jangan berhenti mengikuti proses menuju berhasil, walaupun bentuknya berupa kegagalan.
Semoga bermanfaat.
Maret 18, 2008 pukul 5:42 pm |
Assalamualaikum
hari ini saya membuat konsep sebuah katalog.ternyata sulit juga ya pak.padahal juga cuman selembar kertas HVS.apakah perlu untuk sebuah katalog disertakan cara pemesanan?
seandainya nanti sudah jadi,bisakah saya mengirimkan katalog dengan contoh satu model barang saja.mungkin nantinya bapak bisa memprediksi kualitas produk saya,dan saya
mohon untuk koreksi dan kritik nya.sebelumnya saya ucapkan terimakasih.
tentang tanggapan pak naryanto ,salut juga pak.sayapun tidak berhenti mengikuti proses menuju keberhasilan,walaupun sampai saat ini masih dalam taraf gagal.tapi ada keyakinan ,InsyaALLAH suatu saat saya yakin akan keberhasilan itu.trima kasih atas motivasinya.
Maret 18, 2008 pukul 9:07 pm |
Assalaamu’alaikum pak Fuad
Saat ini saya masih bekerja di sebuah perusahaan swasta di Batam. Tapi akhir-akhir ini sudah mulai merasakan kejenuhan dan ingin berwira usaha di kota kelahiran Tasikmalaya. Masalahnya saya sudah merasa asing dengan kota Tasik karena sudah lama nggak kesana (orang tua pindah ke Jawa Tengah). Dengan berbagai pertimbangan saya sangat menginginkan berwira usaha di sana (juga belum tahu mau usaha apa). Tapi sangat sulit melakukan survei mengingat nggak ada kerabat di sana tempat bersinggah. Sementara kalau langsung berhenti bekerja saya kasihan sama istri dan kedua anak saya kalau nggak langsung dapat kerjaan (walaupun saya yakin rezeki ada di tangan Alloh). Mohon saran dari Pak Fuad atau yang lain. Terima kasih.
Maret 19, 2008 pukul 11:50 am |
Wa’alaikum salam Wr Wb
@ Bu Siti
Sebaiknya dicoba dulu Bu, sesuai kemampuan Ibu, nanti perlahan-lahan sambil jalan diperbaiki dan disempurnakan.
Silahkan di kirim Bu, siapa tahu cocok dengan toko Addina. Dan insyaAlloh kami siap memberi masukan2 buat pengembangan produknya.
Bu Siti sebaiknya perbanyak kosa kata suksesnya, kurangi pengucapan dan penulisan kata-kata gagal, sulit, tidak bisa, berat dll. Ada pengaruhnya lho Bu.
@ Deni
Coba cari dan kumpulkan alternatif lain, hindari bergantung pada satu alternatif saja. Tidak fleksibel. Kalau tidak bisa di tasik, bisa nggak di tempat lain. Kalau tetap mau di Tasik, ada nggak orang yang bisa dipercaya untuk bersama merintis usaha.
Alternatif lain coba jalin kerjasama dengan pengusaha di Tasik, kan banyak pengrajin busana muslim di sana. Coba jadi marketingnya dulu dengan menjualkan produknya di Batam. Atau cara lain, yang intinya bisa mulai kenal dengan pengusaha Tasik dan bisa mulai menjalin rasa saling percaya dll.
Kalau sudah punya network di Tasik, insyaAlloh langkahnya akan lebih mudah untuk resign dan pindah ke Tasik.
Semoga bisa membantu dan bisa mendapatkan jalan yang terbaik
Fuad Muftie
Maret 19, 2008 pukul 1:59 pm |
Assalaamualaikum Pak Fuad.
Membaca komentar Bapak buat Bu Siti, saya jadi teringatkan untuk lebih banyak menggunakan kosa kata sukses. Terimakasih banyak Pak Fuad. Sukses Selalu buat semua. Sekarang saya lagi persiapan segala sesuatunya buat buka toko tanggal 5 April 2008. Mohon doanya.
Maret 19, 2008 pukul 2:46 pm |
Pak Naryanto
Terimakasih Pak, saya masih ingat komentar Bapak di sini. Syukurlah kalau sudah banyak kemajuan dengan menyewa kios/toko.
Saya dulu awal membuka kios juga dengan kondisi serba terbatas Pak. Jumlah barang dagangan masih sangat sedikit, sehingga kios cuma kepakai separuh. Alhamdulillah dg cara memutar kembali modal + keuntungan ke dalam barang dagangan, lama kelamaan barang bertambah banyak. Kios menjadi penuh, bahkan sekarang harus pindah ke toko yg lebih besar.
Mudah2an Pak Naryanto akan lebih baik lagi daripada saya, sehingga cepat berkembang dan yang penting semoga barokah.
Terimakasih juga Pak atas komentarnya kepada Pak Cipto. Benar Pak, semua ada prosesnya, kalau orang lain berproses secara alami dan tidak terencana, kita bisa lebih baik dengan merencanakannya, bahkan resikopun bisa direncanakan. Seperti Pak Naryanto yang menyewa kios disamping merencanakan kesuksesan, pasti terpikir kalau ada resiko bagaimana mengatasinya.
Sukses selalu Pak
Fuad Muftie
Maret 19, 2008 pukul 5:14 pm |
assalamualaikum
terima kasih ,pak atas komentarnya.saya jadi termotivasi bangkit dan harus sukses.terimakasih juga buat pak naryanto.insyaALLAH tidak ada kata-kata lagi yang berpengaruh tidak baik.sukses buat semua.terimakasih.
Maret 24, 2008 pukul 9:15 pm |
assalamualaikum wr wb
bapak fuad,saya sudah kirimkan katalognya lengkap dengan sampel bahan
saya kirim via kilat khusus.InsyaALLAH bisa sampai secepatnya
saat ini saya memproduksi abaya juga pak,karena cukup banyak respon (alhamdulillah)
tolong dikabari saya ya pak,seandainya katalognya sudah sampai
terima kasih
salam
amelia
081321633393
Maret 25, 2008 pukul 12:47 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb.
@ Bu Siti
Iya Bu perbanyak kata-kata sukses, karena kata-kata positif adalah energi bagi kita untuk terus maju.
@ Bu Amelia
Sampai hari ini (25-03-08) katalog belum saya terima Bu. InsyaAlloh kalau sudah sampai, saya kabari.
Fuad Muftie
Mei 1, 2008 pukul 9:03 am |
sy baru mulai usaha bisnis,selama ini sy kerja sebagai karyawn ,didalam bisnis yg baru saya tekuni ,saya banyak mendapat masukan dari toko dan bengkel yg saya titipi barang,mereka bilang harga terlalu mahal dan produk masih baru.padahal saya sudah berulang kali menjelaskan kelebihan dan keunggulan produk yg saya titipkan.saya mohon bantuan ya pak fuad.
Mei 1, 2008 pukul 12:45 pm |
assalamualaikum boss, sedang blog walking eh terdampar disini, blognya menarik dan infonya sesuai dengan yang saya cari. Saya juga ingin memulai usaha sendiri. Terima kasih udah sharing bro. Saya masukkan ke friend list yach.
Mei 3, 2008 pukul 7:15 pm |
mas makasih banyak ya atas infonya, bermakna banget… beberapa bulan lalu saya mo usaha sambilan tapi bingung karena saya hanya seorang karyawan dgn berpenghasilan pas-pasan, dan masih kuliah, alhasil tidak punya wktu untuk mencoba usaha, smp akhirnya saya punya ide untuk jualan sepatu/sendal wanita, saya baru mulai bulan kemarin dan kebetulan ada yang berminat meskipun tidak terlalu banyak, di kantor saya dan ada teman2 kuliah yang berminat namun hasilnya belum kelihatan, dengan adanya info mas ini, saya boleh gabung di kios mas ga? (kalau boleh) karena ternyata kios mas di bunga rampai perumnas klender, dan saya tinggal di daerah pondok kelapa, klo boleh saya ikut nitip dagangan saya sekalian ingin mendapatkan pengalaman, karena jujur saya benar2 dari nol besar, gimana mas? klo saya diperbolehkan, bales ke email saya ya…
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih banyak…
Mei 5, 2008 pukul 5:07 pm |
@ Beni
Kalau kita yakin dengan produk kita sementara customer tidak yakin dan keberatan dg harga, tinggal pinter-pinter kita mencari customer yg lain. Kita yg harus fleksibel: fleksibel membujuk customer dengan bahasa yg dimengerti dan sesuai dg customer atau fleksibel mencari pasar yang lain.
Kalau di satu bengkel kita ditolak, tidak ada salahnya mencari bengkel yg lain yg bisa menerima produk kita.
@ Resi Bimo
Terimakasih, semoga bermanfaat dan selamat berkarya di negeri orang.
Sukses selalu
@ Yuni
Silahkan saja Bu Yuni, kalau ingin bergabung. Sekarang toko saya bukan lagi di Jl Bunga Rampai tapi di Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender. Silahkan lihat2 dulu toko kami biar Ibu bisa yakin dan tahu persis apa yang kira-kira bisa disinergikan.
Wassalam
FM
Mei 7, 2008 pukul 11:17 am |
Ok kalo gitu mas, kemungkinan saya akan datang pada hari sabtu, atau minggu dan membawa beberapa sample sepatu dan katalog, mas buka kan hari sabtu atau minggu, apakah saya hrs menghubungi mas terlebih dahulu ke nomor yang disebutkan diatas (no. fren) atau saya langsung datang, mas standby terus kan di kios, atau ada contact person lain ketika saya akan dtg nanti????
Sebelumnya saya berterima kasih sekali atas izinnya, karena saya bingung sekali sebagai pemula… terimakasih banyak ya mas….
Mei 7, 2008 pukul 1:20 pm |
Silahkan langsung datang ke toko Bu, atau boleh hubungi Nomor toko 021-98284731
Terimakasih
FM
Mei 13, 2008 pukul 7:46 pm |
saya sekarang lg baru mo mulai usaha kerajinan tangan boneka jepang jd enak nya gmn ya pemasarannnya
Mei 14, 2008 pukul 11:35 am |
Pastinya Ibu Aini sendiri yang tahu persis dimana dan bagaimana boneka jepang tsb akan dipasarkan. Sudah dapat segmen pemasarannya kan Bu.
Yang terbayang dibenak saya, bisa saja Ibu kerjasama dengan pengrajin souvenir dan pengrajin boneka yang lain. Bisa dipasarkan di pusat2 pasar souvenir dan gift.
Atau bisa juga dipasarkan lewat internet Bu. Bisa pakai blog dulu yang gratisan. Ibu bisa belajar dari para pemasar di internet.
Yang pasti kalau ibu sudah punya keputusan untuk berbisnis, peluang dan kemungkinannya tidak terbatas. Ibu sendiri yang membatasinya.
Wassalam
FM
Mei 17, 2008 pukul 11:45 pm |
Assalamu’alaikum
kami dari qubah gallery memberikan tawaran dan alternatif pin souvenir murah…..
silahkan kunjungi kami di
http://www.pinideologis.blogspot.com
terimakasih
Mei 29, 2008 pukul 12:27 pm |
assalamualaikum
Pak Fuad,hari ini saya baru bisa mengirim sample jilbab bersama brosurnya.maaf karena janji saya untuk mengirim contoh bulan2 kemarin tidak terlaksana.karewna saya harus mengurus anak saya yang ujian.dengan segala harap,saya mohon kritikan tentang produk yang saya buat.trimakasih sebelumnya.
Mei 29, 2008 pukul 4:37 pm |
Wa’alaikum salam
@ Andiy Qutus
Terimakasih, semoga bisa bermanfaat bagi pengunjung blog ini.
@ Siti Qowiyah
Terimakasih Bu, saya tunggu kirimannya. Mudah2an bisa terus bersinergi.
Fuad Mu
Juni 7, 2008 pukul 9:51 pm |
salam pak,sorry pak saya mau tanya gima cara yang tepat cari orang untuk bergabun dalam bisnis saya pak.soal saya cari orang untuk kerja sama untuk menjual/sebagai karyawan saya soal ya saya sendiri untuk menjalan kan semua nya nggak bisa soal saya masih kuliah.
Juni 9, 2008 pukul 9:24 am |
Cris, pertanyaan anda sangat jeneral. Mesti meraba-raba dulu nich kemana arah pertanyaan anda. Untuk merekrut karyawan kah atau untuk merekrut partner?
Kalau mencari karyawan mah relatif lebih mudah. Asal kerjaannya jelas (dan legal) terus gajinya juga jelas, pasti banyaklah yang mau. Tinggal tawarkan ke teman2, tetangga, sahabat, dll atau iklanin di brosur dll.
Yang membuat orang lain tidak mau kenapa sich?
Wassalam
FM
Juni 14, 2008 pukul 2:58 pm |
assalamualaikum.wr.wb
Pak Fuad,apakah contoh jilbab dan brosur saya sudah sampai?
Juni 14, 2008 pukul 6:38 pm |
Bu Siti, kiriman Ibu sudah saya terima. Saya sudah kirim email ke Ibu mengenai pendapat saya tentang jilbab Ibu. Mohon dicek lagi ya Bu emailnya.
FM
Juni 15, 2008 pukul 12:21 am |
Assalaamu’alaikum pak Fuad..
Bagus juga nih blog nya. Kira-kira Pak Fuad ada rencana mau membuka bisnis tanaman hias? Saya sedang mencari tempat pemasaran nih. Atau mungkin rekan-rekan di blog ini ada yang berminat, bisa menghubungi saya di 085692112828
Juni 15, 2008 pukul 12:44 pm |
Assalamu’alaikum
saya sedang memulai berbisnis kaos muslimah SIK CLOTHING dan BATIK. Kalau ada yang berminat silahkan bisa menghubungi kami di 021-77885285 / 08561111842 atau lihat produk kami http://griyabatik.wordpress.com
Wassalam
Juni 17, 2008 pukul 1:13 pm |
Waalaikum salam
@ Erwin
Tanaman hias? belum ada rencana tuch Pak, tapi buat yg mau bersinergi dengan Pak Erwin silahkan hubungi langsung. Mudah-mudahan barokah.
@ Risna Maulina
Sik Clothing boleh juga tuch, dapat diskon berapa saya Bu?
Fuad Muftie
Juli 5, 2008 pukul 11:30 am |
Tulisan yang bermanfaat terimakasih karena memberikan pencerahan.
Sudah beberapa lama saya mengikuti sebuah program untuk mencari modal
Satria
Juli 5, 2008 pukul 5:20 pm |
Terimakasih pak Satria atas kunjungannya, semoga usahanya barokah dan sukses.
FM
Juli 8, 2008 pukul 4:34 pm |
Assalamualaikum,
Terima kasih atas semua masukan atas produk saya,pak.itu sangat membantu saya.pinginnya go daerah ya,pak.he..he..tapi apa mau dikata,bolak balik juga ke modal,untuk bisa membeli bahan yang berkwalitas lbh baik dan lebih tebal.soal model,gimana ya pak? soalnya segmen pasar juga berkiblat smua sama model yang rabbani punya.apa saya harus alih produk ya,pak?kadang rasa bingung itu muncul.tentang apa yang harus saya kerjakan untuk bisa lakukan yang terbaik dalam pekerjaan ini.semoga aja dengan tulisan ini ,mengeluarkan uneg2,bisa memotivasi saya untuk bisa dan harus optimis ,bahwa kerja yang saya rintis ini harus berhasil.beribu trimakasih saya ucap kembali,atas smuanya,pak.insyaALLAH,saya akan menghubungi bapak kembali untuk minta segala saran dan nasehat.semoga bapak berkenan.
Juli 9, 2008 pukul 8:32 am |
Assalamu’alaikum wr wb pak Fuad,
Karena saya adl pencinta hewan Peliharaan, maka saya berencana utk memulai usaha membuat segala sesuatu yg berhubungan dengan hewan peliharaan, seperti membuat sarana bermain hewan yg terbuat dari tripleks, pralon & karpet (pet’s play ground), jam dinding, pernak-pernik hewan peliharaan dst.
Setelah barang2 yg rencananya akan diproduksi tersebut selesai dibuat, rencananya saya pasarkan melalui Konsinyasi di toko2 PetShop & toko2 lain yg kira2 “ada segmentnya” serta melalui Internet (iklan baris, milis2 & website) dan mengikuti pameran2.
Menurut pak Fuad, bagaimana cara memasarkan produk saya tsb agar insyaAlloh lebih “laku”? Bagi pembaca lainnya jika memiliki pengalaman/ide tentang hal ini dapat mengirimkan email / japri ke nadia_iasha@yahoo.com.au
Sebelumnya diucapkan banyak terima kasih.
Billahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum wr wb.
NI
Juli 10, 2008 pukul 8:51 am |
Wa’alaikum Salam Wr Wb
@ Siti Qowiyah
Terimakasih Bu atas kepercayaan Ibu pada kami. Memang saat ini modelnya rabbani masih menjadi trend setter, tapi jangan khawatir Bu, setiap produk ada masanya, sekarang Ibu boleh mencontoh produk yang sudah ada, tapi niatkan untuk selalu memberi nilai lebih dan nilai tambah pada produk Ibu, dan niatkan untuk bisa membuat model sendiri yang trendi dan bisa laris. InsyaAlloh dengan pengalaman Ibu pada saatnya nanti akan terwujud niat dan keinginan Ibu tadi.
Kalau Ibu merasa sudah melakukan yang terbaik, jangan berhenti di situ Bu. Terus upayakan lebih baik lagi, tambah kreatifitasnya dan terus berinovasi.
Mudah2an usaha Ibu terus maju.
@ Sasha
Saya pikir dengan bekerjasama dengan Petshop dan berjualan lewat internet bisa menjadi langkah awal yang bagus Bu. Terus terang saya tidak ada gambaran tentang dunia PetShop. Setahu saya sich orang yang sayang binatang, tidak mikir-mikir lagi untuk membelanjakan produk2 demi binatang kesayangannya.
Peluang yang sangat bagus, tinggal pinter-pinternya Ibu menyediakan produk yang benar2 diminati.
Wassalam
FM
Juli 27, 2008 pukul 2:06 pm |
asalamualaikukm
aku seorang mahasiswa yang hidup di sebuah kota
aku inging mendapatkan penghasilan yang lumayan buat membantu kehidupan keluarga ku tapi aku bingung mau mencari penghasilan yang bisa membantu penghasilan ku bagai mana ya cara mudahnya
Juli 27, 2008 pukul 5:38 pm |
MENGIKUTI JAMAN AJA AWAS HATI HATI JANGAN SAMPAI KETINGGALAN
Juli 28, 2008 pukul 7:45 am |
@ Ari Permana
Wah ini penyakit masyarakat kita nich, pinginnya dapat penghasilan dengan cara MUDAH. Cara paling mudah ya segera AMBIL TINDAKAN. Kalau cuma berharap dan ingin mendapat penghasilan, itu tidak akan menghasilkan apa-apa.
Kalau saja saya tahu bisa mendapatkan penghasilan dengan MUDAH, sudah saya ambil duluan Pak kesempatan itu.
Waktu saya mahasiswa dulu, saya bisa mendapatkan uang dari mengorganisir fotokopi diktat / materi kuliah, dari membantu membuatkan paper, dll. Silahkan Anda cari potensi-potensi tersebut dan manfaatkan.
@ Heri
maksudnya apa Mas???
Fuad Muftie
Juli 29, 2008 pukul 11:46 pm |
Assalamualaikum,
Salam kenal, pak Fuad yang dimulyakan Allah saya sangat berminat menggeluti bisnis. Kebetulan saya nemui website ini dan saya merasa nemuin jalan untuk memulai bisnis. Tujuan saya berbisnis untuk membuka peluang kerja pada keluarga (kakak) yang menyekolahkan saya karena dia masih menganggur.
Sekarang saya bekerja sebagai operator di Pabrik Grup Astra (tetap). kalo boleh nih Saya mo ngadain kerja sama (konsinyasi) busana muslim atau pakaian lainya sama bapak bisa ga? Atau ngga ajarin aja deh ilmunya. Kalo masalah tekad saya sudah bulat namun sistem kerjanya yang masih bingung (ngadain kerjasama atau cari partner ). Saya juga berminat mo buka toko ATK namun cari supplier dan ngadain kerjasama ma meraka saya masih awam. Langkah mencari dan melakuka kerja sama ma supplier bagaimana sih?
Itu saja dari saya.Terima kasih. Wassalamualaikum.
Ilik mahmud
Palimanan – Cirebon
abdul.sobrie@yahoo.co.id
Juli 31, 2008 pukul 9:03 pm |
maaf pak saya angela. bagaimana ya kalau saya mau mencari peluang usaha distro, tapi tokonya online dan saya juga mau pakai sistem konsinyasi. bisa tlg bantu tidak soal perdagangan online seperti e-bay, http://www.amazon.com,dll?
lalu soal konsinyasi, permasalahannya adalah saya kurang pede kali ya musti ngomong sama orang ^^; tapi akan saya coba nanti. tapi saya begitu bingung perjanjian yang baik enaknya gimana…..bisa bapak kasih masukan lagi? makasih
Agustus 1, 2008 pukul 9:46 pm |
@ ILIK MAHMUD
Pak Ilik Mahmud, saya senang mendengar semangat Anda yang begitu membara. Saya dulu awalnya membuka usaha juga tidak tahu banyak ilmu berbisnis Pak. Tapi begitu membuka kios, ilmu itu akan datang dengan sendirinya asal kita mau sedikit usaha bertanya dan membuka pikiran. Apalagi sekarang di internet sudah banyak blog dan artikel yang sangat membumi dan benar2 bisa menjadi penambah wawasan dan penuntun bagi kita sebagai pemula bisnis.
Masalah ajar-mengajari, ayo kita belajar bersama Pak. kalau mau naruh barang konsinyasi, jelas kami terbuka lebar asal produknya cocok dengan segment di toko saya.
Tentang langkah mencari dan bekerja sama dengan suplier, kita hubungi saja suplier yang akan kita bantu pemasarannya. pasti suplier akan dengan senang hati menunjukkan cara kerjasama yang diinginkan.
@ angela
Saya sendiri baru belajar membuat toko Online Bu, itu juga belum selesai. Kalau masalah konsinyasi, bisa saja ibu meminta brosur dari barang dagangannya, ibu iklankan secara online, kalau ada pesanan baru mengambil barangnya dari suplier. Begitu kira-kira Bu.
Fuad Muftie
Agustus 2, 2008 pukul 7:15 am |
Assalamualaikum,
Bapak Mufti yang selalu dirahmati Allah ila yaumil ahir terima kasih atas jawabanya. Setelah membaca jawaban dari Bapak semangat saya makin besar. Boleh ga kalo saya main ke toko Bapak supaya kita lebih dekat ,memperbanyak saudara,biar tahu lokasi toko,bisa menimba ilmu dan masih banyak lagi deh manfaat yang harus saya raih. Kalo dari UKI naik apa ya Pak? (maaf ya Pak n pembaca yang lain saya belum begitu apal Jakarta he..he..he…) Sekarang saya diam di Karawang.
Terimakasih. Wassalamualaikum.
Agustus 6, 2008 pukul 9:44 am |
Wa’alaikum salam
Silahkan saja Pak mampir di toko. Kalau mau lihat toko, boleh setiap saat datang.
Cuma biar saya juga bisa ketemu Bapak, boleh dikabari dulu Pak lewat SMS atau tlp kapan mau datang biar saya bisa memperkirakan jadwalnya.
Kalau dari UKI, naik Mikrolet M29 ke arah Pasar Perumnas Klender. Turun di Pasar perumnas Klender dan toko saya kurang lebih 100 Meteran dari Pasar.
Terimakasih Pak
Wassalam
Fuad Muftie
Agustus 18, 2008 pukul 2:55 pm |
Assalamualaikum,
Perkenalkan saya Edwin pengelola situs memulaibisnis.com silakan mampir-mampir Mas kalau ada waktu.
Wah senang… bisa mendpatkan ilmunya dari Mas Fuad tentang konsinyasi di dunia nyata.
Kalau di dunia masa siste konsinyasi ini hampir sama dengan yang namanya Drop Shipper contoh EBay.com. Jadi kita punya website di Internet dimana menampung produk dari produsen untuk di jual melalui online. Kasus nyata lainnya seperti Bhinneka.com yang menjual produk-produk ITnya.
O iya Mas, minta izin tulisannya saya copy ke memulaibisnis.com dengan mencantumkan Mas Fuad sebagai penulis.Japri ke saya ya Mas di memulaibisnis.com/guest-book/
Kalo Mas tokonya mau online dengan nama brand sendiri saya bisa membantu untuk mengerjakan proyeknya
Wassalam,
Edwin
Agustus 19, 2008 pukul 10:34 am |
Mas Edwin
Salam kenal kembali,
Ya memang di dunia on line justru lebih mudah melakukan konsinyasi karena yang menitipkan barang cukup menitipkan informasinya doang, tidak berikut barangnya. Jadi lebih mudah dan kecil resikonya.
Berbeda dg konsinya di off line, selain menitipkan informasi, juga menitipkan fisik barang dagangan. Jadi mempengaruhi cash flow pemilik barang dan lebih beresiko.
Silahkan saja mas, kalau memang bisa memberi manfaat. Sesuaikan saja dg etika co-pas dg mencantumkan kreditnya.
Untuk buka toko online, masih dalam pembahasan nich dg manajeman toko off line saya, mudah2an bisa cepat terwujud. Terimakasih atas bantuannya.
Fuad Muftie
Agustus 22, 2008 pukul 8:34 am |
[...] Gajian atau Menggaji..?? Agustus 22, 2008 Posted by bayou1911 in bisnis. trackback Bisnis bagi karyawan ataupun orang gajian [...]
Agustus 31, 2008 pukul 1:52 pm |
Yth Pak Fuad Mufti,
Saya bermaksud untuk menitip jual produk saya berupa sabun natural ke toko Bapak, kira – kira bisa diterima (dengan sistem konsinyasi)?, terima kasih
September 4, 2008 pukul 1:49 pm |
Bu Henie ZR
Boleh saja Bu, saya hubungi via JAPRI saja ya Bu
FM
September 16, 2008 pukul 2:16 pm |
Mas Fuad, saya mau join afiliasi menjual produk Mas (jual jilbab dan asesori muslim lainnya) di rumah (home based) saya di daerah Depok dengan sistem konsinyasi gimana caranya Mas… japri ke saya ya….
September 18, 2008 pukul 4:06 pm |
Pak Edwin, maaf untuk saat ini saya masih fokus penjualan di toko saja, belum melakukan penjualan secara konsinyasi ke tempat lain. Mungkin di kesempatan lain kalau kami sudah siap bisa kita bicarakan lebih lanjut.
Terimakasih
Wassalam
FM
Oktober 11, 2008 pukul 6:01 pm |
ASSALAMUALAIKUM WR WB
TAQOBBALALLOHU MINNA WA MINKUM .SHIYAMANA WASHIYAMAKUM.MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.
Pak Fuad sekeluarga,semoga diberi perlindungan,kesehatan oleh ALLAH SWT.pak saya sampai saat ini belum bisa berkembang seperti yang saya harapkan.bisakah bapak menolong ,untuk saya bisa melakukan penjualan yang bisa sedikit mendongkrak usaha kami?mohon petunjuknya.mohon maaf jika merepotkan.terima kasih.
Oktober 14, 2008 pukul 3:05 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Mohon maaf lahir dan bathin juga ya Bu.
Iya Bu mohon maaf saya belum bisa ikut membantu memasarkan produk Ibu, mungkin ibu bisa cek email-email saya yang saya kirim lewat plasa.com.
Kalau penjualan belum memuaskan, berarti ada gap atau kesenjangan antara penawaran dan permintaan, nah faktor kesenjangan ini yang perlu Ibu gali dan terus perbaiki Bu. Mudah2an Ibu bisa terus memperbaiki kualitas produk Ibu, sehingga akan banyak yang semangat untuk memasarkan produk Ibu.
Oh ya tolong cek email saya yang saya kirim ke alamat email Ibu ya…
Fuad Muftie
Oktober 15, 2008 pukul 11:05 pm |
saya dahulu mempunyai usaha sampingan penjualan makanan kecil ke berbagai warung di sekitar rumah saya. Tapi kemudian sudah berhenti karena sudah bekerja pada sebuah perusahaan yang cukup mapan. Pinginnya memulai lagi, tapi nyali sepertinya dah hilang
…gimana ya untuk memunculkan kembali nyali tersebut? thanks
Oktober 20, 2008 pukul 9:22 am |
salam,…artikel bapak sungguh menarik sehingga memberi wacana baru bagi saya.
Pak…apakah bapak punya alamat perusahaan yang punya program konsinyasi dalam bidang aksesoris komputer di surabay.
mohon e-mail kami ya pak…trims
Oktober 20, 2008 pukul 12:30 pm |
Maaf sekali Pak Haris, saya jarang berhubungan dengan bisnis aksesoris komputer dan sampai sekarang belum pernah punya list perusahaan yang punya program semacam itu.
Mudah2an ada pembaca yang bisa bersinergi dengan Pak Haris.
Wassalam
FM
Oktober 21, 2008 pukul 6:59 pm |
assalamu’alaikum
alhamdulillah artikel bapak bisa membuka mata pikiran saya dalam hal berbisnis, begitu penting berbisnis itu untuk kelangsungan hidup kita. ada suatu hal yang ingin saya tanyakan pak.
saya adalah karyawan perusahaan swasta di bidang penyedia sarana jasa. gaji saya hanya pas buat kehidupan sehari hari, dan bisa menabung itu aj sudah sangat bersukur. saya ingin bisa berbisnis pak, supaya roda perekonomian saya tidak hanya seperti itu itu saja. tapi sya kurang begitu menguasai cara berbisnis dan memulainya bagaimana. saya punya modal tapi nggak tau harus bagaiman mengelolanya agar berputar. mohon kalo bapak punya saran terhadap saya, akan sangat senang sekali, saya berharap bisa memperbaiki perekonomian saya.
kiranya bisnis apa yang harus saya mulai, saya tinggal di kota malang. disekitar tempat tinggal saya banyak kampus dan sekolah. kiranya bisnis apa yang tepat. ??
kiranya ada yang baca pesan saya yang bertempat tinggal di malang. dan mempunyai misi yang sama silakan kasi saran kirim email aj ke alamat email saya yosep_mbc@yahoo.co.id
mungkin itu saja pak, maap kalo jadinya saya banyak crita, hehehe soale emang seneng banget nulis
sya harap balasanya sekian trima kasihhh
wassalam….
regards,
yosep
Oktober 22, 2008 pukul 6:57 pm |
assalamualaikum..
Mas, saya ada rencana buka warnet atau fotokopi dan toko buku, tinggal di cikarang, ada teman mas gk ya yg sudah punya usaha serupa disono, saya ingin menimba ilmu dr beliau..atau siapa tau mas ada trik khusus buat usaha diatas,
terima kasih..
wassalamualaikum..
Oktober 23, 2008 pukul 1:39 pm |
@ Yosep
Pak Yosep, selamat ya Pak, paling tidak Anda sudah ada keinginan untuk membuka usaha, apalagi tempat anda boleh dibilang strategis, berada di lingkungan kampus dan sekolah.
Pak Yosep, di kampus dan sekolah itu berisi orang-orang yang siap membelanjakan uangnya lho. Tinggal Anda cari produk / jasa apa yang mereka cari. Kalau klop pastilah terjadi transaksi jual beli.
Bisnis yang bisa hidup di sekitar kampus dan sekolah juga banyak sekali ragamnya. Bisa bisnis makanan, alat tulis, fotokopi, kos-kosan, jasa pengetikan, dll.
Tinggal sesuikan dengan passion atau hobby atau kegemaran Anda. Sehingga bisnis bisa dijalani dengan enjoy.
Kalau Anda tinggal di Malang, banyak sekali teman2 dari TDA yang siap diajak bersinergi Pak. Lihat saja websitenya di http://www.tdangalam.com/ disitu banyak link-link member TDA Ngalam yang bisa Anda hubungi.
Sukses ya Pak
@ Surya
Pak surya untuk usaha warnet di Bekasi saya sangat merekomendasikan Pak Adzan Wahyu di http://adzan101.blogspot.com/ Beliau punya banyak warnet dan sedang banyak membangun di Bekasi.
kalau usaha fotokopi dan buku saya belum punya referensinya Pak.
Sukses selalu
FM
Oktober 28, 2008 pukul 10:42 am |
asalamu’alaikum…
wah terimah kasih infomasinya ya pak, semoga dengan informasi yang bapak berikan menjadi rekomendasi sya untuk melangkah lebih lanjut tentang keinginan saya untuk berbisnis,
semoga pak fuad juga di lancarkan bisnisnya dan kelak menjadi teladan bagi yang blm sukses
terima kasih..
wasalam….
Oktober 28, 2008 pukul 2:44 pm |
Aaamiin, terimakasih Pak, semoga bisa mendapatkan rekan atau partner yang cocok.
FM
Oktober 29, 2008 pukul 12:12 pm |
pak fuad assalaamu alaikum wr wb
salam kenal saya senang sekali menemukan blog ini
saya memang sangat ingin menjadi bisnis owner, semoga saya dapat mengambil sebanyak2 nya manfaat dari blog ini. ijin untuk di link di blog saya ya pak??
terima kasih sebelumnya
http://www.jiwayangtenang.blogspot.com
http://www.rexa.wordpress.com
November 4, 2008 pukul 9:04 am |
Terimakasih kangrud atas kunjungannya. Nice blog.
Dan semoga keinginan kangrud buat jadi bisnis owner bisa segera direalisasikan.
FM
November 21, 2008 pukul 7:28 pm |
Pak Fuad, sekarang saya masih SMA tapi saya bercita-cita kelak menjadi seorang pengusaha. Tulisan2 di blog bapak semakin memotivasi saya. Terima kasih:)
November 23, 2008 pukul 5:03 pm |
artikel bapak bagus juga, kebetulan saya juga baru membuka usaha dan alhamdulillah sekarang sudah memiliki penghasilan yang lumayan. Jika kalian mau membuka usaha pakai cara saya silahkan kunjungi blog saya ya
November 25, 2008 pukul 1:46 pm |
@ ngikngik
Sama-sama semoga bisa cepat menjadi pengusaha. Mulai saja dari sekarang, dari yang kecil-kecil dulu atau dari yang besar sekalian juga boleh kalau sudah siap.
@ yessy yolanda
Syukurlah kalau sudah mulai usaha, semoga barokah.
FM
November 26, 2008 pukul 6:30 pm |
artikel anda sangat bagus dgn adanya blog ini akan menambah wawasan dan terciptanya banyak enterprenuer baru di indonesia, kebanyakan Mental masyarakat kita masih banyak mental pekerja. salut buat anda semua. sukses buat anda bapak2 dan ibu2
November 30, 2008 pukul 2:44 pm |
lakukan survey pasar dulu, kalo barangnya susah laku
habis itu baru produksi massal.
Desember 3, 2008 pukul 10:23 am |
@ Wijayanto
Terimakasih Pak. mudah2an sesuai tujuan blog ini bisa membantu menyemangati pengusaha pemula untuk terus berkarya dan maju. Sukses juga buat Anda
@ syamsudin
Untuk yang memproduksi barang memang harus demikian, kalau yang retail mungkin belum perlu produksi sendiri ya, cukup lakukan survey pasar, kalau produknya laku, borong produk tersebut.
FM
Desember 8, 2008 pukul 1:13 pm |
Menjawab pertanyaan sdri vani wibowo mengenai akuntansi untuk konsinyasi dpt saya jelaskan poin2 sebagai berikut:
1. Pengirim (consigner) tetap menahan hak atas barang dan mencantumkan nilai barang tsb dalam persediaan sebelum di jual oleh konsinye (consignee).
2. Barang konsinyasi selayaknya di laporkan sebesar biaya pokoknya dan biaya pengiriman serta biaya pengangkutan yang terjadi dalam pentranferan kpd konsinye.
3.Barang2 tsb dapat di nyatakan secara terpisah pada neraca sbg barang konsinyasi.
4. Konsinye tidak memegang hak milik atas barang konsinyasi krn itu baik barang konsinyasi maupun kewajiban atas barang tsb tdk dilaporkan pd laporan keuangan pedagang konsinyasi.
Desember 9, 2008 pukul 1:25 pm |
Terimakasih atas pencerahannya, sangat bermanfaat bagi yang berbisnis dg sistem konsinyasi.
Sukses selalu
FM
Desember 21, 2008 pukul 7:54 am |
salam kenal pa.fuad saya neo by.kota pelajar, salam sejahtera juga to all brothers business.
insyaallah ada yang mau di sinergikan.salam sukses entrepreneur…go!!!!!!!
=====
[Fuad Muftie]
Salam kenal kembali Mas Neo, bener untuk sukses di bisnis tidak mungkin dikerjain sendirian semua, mesti ada team, mesti ada sinergi dengan pihak lain. Mudah2an anda bisa bersinergi dengan baik dan memberi manfaat bagi semua pihak yang bersinergi.
Desember 21, 2008 pukul 12:51 pm |
salam kenal pak fuad, saya dari lampung nih. sebelumnya terima kasih atas blognya ini, benar-benar memberikan pencerahan. sebenarnya sudah sejak lama saya selalu mengikuti blog pak
faridfuad ini, kalau tidak salah dari awal tahun 2007. tapi baru sekarang saya kirim2 komentar. terkait topik di atas, yaitu bisnis/usaha sambilan, saya ada uneg2, mungkin pak fuad bisa bantu.begini pak: sejatinya saya ini adalah seorang karyawan kantoran biasa, tapi saat ini (+- hampir 2 thn ini) saya juga ada usaha sampingan yaitu mengelola usaha rental komputer dan cetak foto digital. sebenarnya itu bukan punya saya sendiri, tapi punya mantan bos sy. saya di situ cuma modal otak, waktu, dan badan saja. semula tampaknya lancar-lancar saja, usaha ini termasuk laris karena memang lokasinya yg strategis (dekat sekolahan), dan minim pesaing (bahkan secara kualitas boleh dibilang yang saya kelola ini paling baik kualitasnya di lingkungan saya).
tapi lama kelamaan saya merasa usaha ini semakin lama semakin menggerus waktu saya. hal ini karena semakin lama orderan semakin banyak. sementara saya harus turun tangan sendiri. sebenarnya saya ada asisten, tapi secara kemampuan masih kurang. jadi sering saya alami kerjakan orderan sampai jam 1 malam, sedangkan besok paginya saya harus kembali bekerja di kantor. dan sering juga saya sering curi waktu kerja kantor, untuk mengurusi usaha ini (hal ini karena jarak kantor saya dengan usaha rental ini cuma 2 km). bahkan bukan hanya waktu untuk kantor yang terkorbankan, waktu untuk rumah dan keluarga pun terabaikan.
begitu pak fuad mohon pencerahannya, apa yang perlu saya lakukan untuk mengatasi masalah ini. terima kasih sebelumnya atas waktunya pak fuad. dan mohon maaf bila saya terlalu berpanjang lebar. salam sukses
=====
[Fuad Muftie]
Setahu saya, dimana-mana yang namanya usaha mau sukses tidak mungkin dijalani sendiri. Ada yang bilang, investasi paling mahal di bisnis adalah investasi di-”kerjakan sendiri semua”. Semakin besar suatu usaha pasti melibatkan banyak orang, banyak team, dan banyak pihak.
Agar bisa banyak team, kita sebagai pelaku utama pertama, harus bisa mendelegasikan pekerjaan pada orang lain. Kunci mendelegasikan pekerjaan adalah memberi kepercayaan pada orang lain. Kalau kita tidak bisa memberi kepercayaan pada orang lain sama saja kita tidak percaya pada diri sendiri.
Kalau anda sudah punya asisten tapi anda nilai belum mumpuni, ya ada baiknya diajari, dididik, diberi edukasi yang memadai sehingga bisa menyamai atau lebih baik lagi daripada kemampuan anda. Sehingga nantinya pekerjaan bisa didelegasikan. Sepertinya jadi sia-sia kan punya asisten tapi tidak berdaya.
Dalam setiap bisnis pasti ada trade-off atau pertukaran, ada orang yang punya banyak waktu sementara anda kekurangan waktu, tinggal dibarter saja kekurangan waktu anda dengan kelebihan waktu orang lain. Juga mungkin anda sangat mahir dalam satu hal, orang lain kurang mahir dalam hal lain, tinggal dipertukarkan saja.
Mungkin tidak mudah pada awalnya bagi orang-orang yang memang senang mengerjakan semuanya sendiri agar hasilnya maksimal. tapi kalau usaha mau maju, mau tidak mau kita harus berbagi pekerjaan, berbagai hak, dan berbagi tanggung jawab.
Semoga bisa membantu
Desember 24, 2008 pukul 2:50 pm |
assalamu’alaikum
pak Fuad salam kenal, saya dari Lampung, tepatnya Kalianda Lampung Selatan saya salah satu dari jutaan orang yang ingin memulai usaha tapi masih bingung usaha apa, kebetulan saya udah baca beberapa artikel bapak (terlalu banyak kalo dibaca semua). setelah saya pikir2 saya justru ingin meniru usaha Bapak yakni membuka kios Jilbab, kayaknya di Lamsel masih terbuka peluang itu, apalagi kalo bisa menjadi agen untuk kios2 lain. kira2 berapa ya pak modal awal yang harus saya keluarkan (khusus untuk belanja barangnya).
=====
[Fuad Muftie]
Pak Saeful salam kenal kembali.
Untuk modal awal, tergantung seberapa besar toko yang ingin anda buka. Semakian besar tokonya semakin besar modal (uang atau barang) yang mesti dipersiapkan. Saran saya sich sesuaikan saja dengan dana yang memang siap anda investasikan untuk buka toko. Kalau baru siap 1 juta jangan paksakan membuka sampai 5 juta. Kalau baru ada dana 10juta jangan memaksakan untuk belanja sampai 100 juta.
Modal awal memang penting, tapi yang penting lagi adalah prosesnya bagaimana modal awal bisa terus berkembang. Dengan modal awal 1 juta sangat mungkin nantinya anda punya toko senilai ratusan juta.
Januari 2, 2009 pukul 5:50 am |
assalamu’alaikum pak Fuad,
saya seorang karyawan swasta dan punya mimpi untuk berwiraswata, tapi masih bingung harus memulai darimana.
salah satu penghalang terbesar saya untuk memulai tindakan sampai saat ini adalah karena sifat saya yang kurang supel dan cenderung pendiam.
mimpi saya sekarang saat ini adalah membuka usaha isi ulang air minum dan membuka warung makan di daerah perumahan saya. mohon sekali masukan dari pak Fuad. Wassalam
=====
[Fuad Muftie]
Sifat kurang supel bukan sifat yang punya harga mati koq Pak, masih banyak cara untuk mengikis sifat kurang supel tersebut…
Sifat kurang supel dan pendiam juga bukan penghalang utama untuk memulai bisnis. Kalau anda takutsifat anda akan mengganggu hubungan dengan pelanggan, serahkan saja penjaga toko kepada orang lain yang lebih supel.
Saya mungkin juga kalau disuruh jaga toko saya sendiri akan dinilai kurang supel dibanding karyawati saya.
Untuk segera mewujudkan mimpi anda satu-satunya jalan adalah segera memulai salah satu dari dua bidang yang ingin anda jalani. Mulai saja dari yang kecil dari yang terjangkau dan dari yang paling mungkin kita mulai.
Januari 25, 2009 pukul 5:35 am |
terimakasih tips-tipsnya…
salam kenal pak
kunjungi blog saya di:
AwasBlunder.Blogspot.com
=====
[Fuad Muftie]
Terimakasih dan salam kenal kembali
Januari 31, 2009 pukul 10:47 am |
SALAM KENAL BAPAK…
Bapak aku mau nanya sedikit… aku kepingin memualai bisnis cuma masih bingung mau bisnis apa… tabungan ku sekarang dah sekitar 30 jtan… sebaiknya untuk modal kerja 30 jt an peluang bisnisnya yang baik apa ya Bapak … terima kasih …
======
[Fuad Muftie]
Peluang bisnis yang paling baik adalah peluang usaha yang dijalankan dan menghasilkan untung. Kita tidak akan pernah tahu peluang usaha itu baik atau tidak kalau cuma dipikirkan dan dihitung-hitung. Namanya resiko dimana saja selalu ada, perhitungan dan pikiran hanyalah untuk mengurangi atau mengkalkulasi resiko tersebut.
30 juta, sudah amat-sangat cukup untuk modal usaha. Banyak sekali bisnis yang bisa dimulai dari modal 30 juta. Sesuaikan saja dengan bidang yang anda sukai, anda senang menjalaninya.
Januari 31, 2009 pukul 3:06 pm |
saya ingin menawarkan teh roselia/rosella sejumlah 1 ton (langsung kirim) dengan harga Rp 60.000 perkilogram(nego).
jika anda berminat silahkan hubungi saya atas nama lusi dengan no telp 085752831571 atau melalui website teh.roselia@gmail.com
terima kasih
Februari 16, 2009 pukul 3:55 pm |
[...] Baca selanjutnya… [...]
Februari 16, 2009 pukul 9:13 pm |
Malam,
Saya mau menawarkan helm full face or half face. harga bersaing mulai 100rb.
saya bisa dihubungi lewat email wibowo.adi [@] gmail.com or phone 081809519059
kalo butuh picture email aja ke alamat diatas.
Februari 18, 2009 pukul 11:46 am |
Aduh, kesasar kesini
Btw, infonya bagus Makasih ^_^
=====
[Fuad Muftie]
Sama-sama termikasih kembali
Februari 25, 2009 pukul 11:46 am |
iya betul sekali kata Mas Fuat emang kalo kita cuma berfikir dan berhitung aja tidak akan jalan – jalan, emang seh mas aku masih takut dan bingung jenis usaha apa yang ingin aku jalankan maklum baru mau usaha … kalo bidang usaha yang aku sukai itupun belum keluar dari fikiran aku ( alias buntu neh fikiran mas )emang seh mas semua usaha mengandung resiko … tapi kan kalo kita bisa meminimalisasi resiko itu kan kgak ada salahnya mas… mungkin mas Fuat punya referensi jenis usaha ( baik jasa maupun dagang ) dan kalkulasi modal dan ROI nya …. aku minta mas… makasih ya mas…..
=====
[Fuad Muftie]
Wah Pak Rayhan, sampai sekarang saya blm bisa membuat kalkulasi-kalkulasi suatu usaha yang masih calon, bikin keder di awal sich. Dulu saya cuma modal ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) dari usaha orang lain yang sudah jalan dan menghasilkan untung.
Maret 12, 2009 pukul 1:37 pm |
Saya mau dong gabung…menjualkan barang/kerudung dengan sistem konsinyasi. Saya kerja di salah satu SMK Negeri,
=====
[Fuad Muftie]
Bu Atik, kalau di toko kami sistemnya, tetap beli dulu, dg syarat & ketentuan sesuai produk & jumlah pembelian. Nanti kalau tidak laku boleh ditukar dengan barang yang lain. Ini untuk melatih, terutama bagi pemula, untuk bertanggung jawab dalam membeli dan memasarkan produknya.
April 19, 2009 pukul 11:49 am |
SAYA MAU DONG MEMASUK BUAK TOKO ANDA, SAYA MEMPUNYAI BANYAK BARANG SANDANG KARENA SAYA DISTRIBUTOR BARANG, YG NYALURIN BARANG KE TOKO2, HUB. 085724943377.
April 28, 2009 pukul 9:01 pm |
sukses selalu and salam kenal.
Mei 7, 2009 pukul 5:42 pm |
Subhanalloh….
Maha Suci Alloh yang menggiring saya sampai ke site ini. Smg kelak Pak Fuad dan keluarga mendapat baroqah yg lebih besar krn banyak membantu orang lain. amin
Pak Fuad…
bolehkah saya bersilaturahmi ke toko bapak sekaligus bertanya tentang proses pencapaian Pak Fuad hingga sejahtera spt sekarang.
Teria kasih tanggapan dan atensinya Pak.
Semoga smakin sukses.
Saya baru 5% melangkah nih.
Mei 16, 2009 pukul 6:45 pm |
Assalammu’alaikum,
Saya ingin menawarkan bisnis Pembalut Sehat LoveMoon Anion. Saya memulai usaha ini dengan modal INGIN SEHAT, ternyata saya tidak sendirian karena banyak wanita tidak mengerti mengenai pembalut.
Hasilnya Alhamdulillah sudah dapat saya nikmati, karenanya saya mengajak teman-teman juga untuk mengembangkan bisnis ini.
Silakan sms / hubungi saya langsung di 08569892250.
Pak Fuad, terima kasih sudah diizinkan posting di sini.
Mei 26, 2009 pukul 12:07 pm |
Ass.Wr.Wb.
Lam kenal Pak.
Kalo dilihat dari gaya Bpk memulai usaha. Dan bgmna Bpk menanggapi pertanyaan2. Saya berasumsi jika nggak salah
Bpk ini pernah belajar dari pak purdie ya…? atau malah lulusan Entrepreneur University ya pak?
Juni 8, 2009 pukul 8:40 am |
Salam kenal, boleh ikutan nanya ya pak muftie
Ada beberapa jenis usaha yg terpikir oleh saya utk dijalankan, masalahnya saya juga tidak tau apa akan berkembang nanti atau tidak,dan berhubung modal, waktu dan tenaga yg terbatas maka saya mencoba satu per satu dulu. Kira2 berapa lama ya pak saya hrs mengetes pasar, laku atau nggaknya jualan saya baru saya ganti usaha berkutnya? biasanya pembeli itu mau datrg ke toko kita kalo dia lihat brg dagangan kita rame dan banyak jenisnya ya pak? kalo di lokasi jualan itu para pedagang tdk ada yg memasang harga (jadi hrs tawar menaawar dulu) sementara saya lgsg tulis harganya besar2 di depan toko saya (kalo bisa yg buta juga bisa ngelihat hehe..) kira2 etis gak ya, misalkan kalo diprotes pedagang lain apa saya cuekin aja ya pak? thanks utk nasehatnya
Juni 10, 2009 pukul 3:04 pm |
dunia ini banyak cara untuk menuju ke roma..
sy07.wordpress.com
Juni 11, 2009 pukul 7:07 pm |
inspiratif
Juni 14, 2009 pukul 4:03 pm |
Dear P.Fuad,
Didaerah saya banyak sekali komoditi kayu manis…hanya saja saya kesulitan pemasarannya, saya sudah coba menawarkan ke beberapa Perusahaan Jamu yang ada di Indonesia sebagai bahan baku produknya….Tetapi tidak ada tanggapannya….kira-kira apa yang harus saya lakukan….karena saya awam/baru memaulai usaha seperti ini…mohon sarannya……
Salam,
DH
Juni 30, 2009 pukul 7:19 pm |
Selain PNS,usaha sambilan saya dirumah sendiri: jual ikan mas hidup ,jual bensin,parut kelapa (macet) , ganti rental komputer,sambil jual pulsa,(tidak jalan) ,ganti membesarkan ikan gurame dikolam sendiri,siap panen dimaling orang,setelah itu di kolam yang sama buka pemancingan galatama kampul awalnya lancar bisa dapat uang 300 – 500 ribu/hari,tapi setelah ada saingan ,pelanggan semakin hari berkurang dan sekarang sudah 20 hari tidak ada lagi pelanggan yang datang.
Sambil berharap pelanggan datang di kolam pemancingan ,dirumah buka warnet semua ada 6 Komputer semua baru ,sudah 40 hari beroperasi,tapi melihat pemasukan tidak mencukupi untuk bayar speedy ,pln dan gaji anak sy sebagai operator,…….modal pinjaman bank potong gaji……….. usaha apalagi yaa………..?
Agustus 5, 2009 pukul 11:54 pm |
coba anda usaha yang tidak banyak butuh modal seperti buka bimbel kalau tempat anda memang banyak konsumennya, jika tak memungkinkan coba buka parut kelapa dan selip beras, jika tidak buka reparasi HP, dan banyak lagi. Terpenting tekuni salah satu dulu jangan ganti2 sampai anda benar2 tahu a-z, gitu. Seperti sy sekarang bisnis akuntansi, pajak dan audit. Jika sedang sepi saya bisnis herbal seperti jual teh rosella, sekarang mau bisnis furniture, ada peluang dari teman yang bisa akses langsung ke pabrik, modal tak perlu besar terpenting bisa akses marketing harga pas ya dapat duit
Agustus 5, 2009 pukul 11:55 pm |
coba anda usaha yang tidak banyak butuh modal seperti buka bimbel kalau tempat anda memang banyak konsumennya, jika tak memungkinkan coba buka parut kelapa dan selip beras, jika tidak buka reparasi HP, dan banyak lagi. Terpenting tekuni salah satu dulu jangan ganti2 sampai anda benar2 tahu a-z, gitu. Seperti sy sekarang bisnis akuntansi, pajak dan audit. Jika sedang sepi saya bisnis herbal seperti jual teh rosella, sekarang mau bisnis furniture, ada peluang dari teman yang bisa akses langsung ke pabrik, modal tak perlu besar terpenting bisa akses marketing harga pas ya dapat duit
Juli 6, 2009 pukul 10:23 am |
Assalammualaikum… Bapak
Saya Prima,20,Surakarta. Blm lama saya mnjalnkn usaha saya. Produk yg saya tawarkan yaitu kaligrafi kulit kambing yang dibingkai ukir/polos. Kulitas bagus, dan di Surakarta saya berani mengembalikan selisih harga jika ada yg lebih murah dr produk saya, 100% uang kembali dan jika tidak cocok bs ditukar. Bolehkah bapak sharingkn pengetahuan bapak tentang konsinyai dengan supermarket,dan kepada siapa saya harus bertemu dan apa saja yg perlu dipersiapkn sebelumnya. Harapan saya bisa mempunyai mitra di luar kota Surakarta. Saya tunggu jawaban bapak.Terima kasih
Juli 12, 2009 pukul 1:51 pm |
Pak saya masih kuliah ya masih semester 3, saya pengen banget punya usaha. Selama ini saya cuma ikut bisnis online ky PTC-PTC gt. Nah saya kepengen punya usaha yang hasilnya pasti. Tapi saya bingung enaknya usaha apa…kebetulan saya tinggal di daerah Malang
Mohon sarannya ya pak?
terima kasih
Juli 14, 2009 pukul 3:55 pm |
Ass. Wr. Wb.
Bagi bapak2/ibu2 yang membutuhkan supplier untuk baju dan perlengkapan bayi serta produk2 fashion (pria/wanita) dengan harga super sale (mulai harga ribuan/belasan ribu) dapat menghubungi saya lewat email di the_first_dede@yahoo.co.id
bagi yang ingin mengajukan proposal kerjasama dapat pula mengajukan ke alamat email dimaksud….
terimakasih kepada fuadmuftie atas kesempatan yang diberikan….. Wassalamualaikum. Wr.Wb
Juli 15, 2009 pukul 4:03 pm |
Postingannya bagus Mas, Saya copy di Blog saya ya. Thanks Sebelumnya.
Juli 31, 2009 pukul 4:50 pm |
thanks y infonya…
bermanfaat bgt!
Agustus 19, 2009 pukul 2:36 pm |
Assalamu’alakum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Pak Fuad yang saya hormati
saat ini saya mau memulai usaha tempe. kira kira bahan kacang kedelai dan raginya yang baik dan berkualitas dapat dibeli dimana ya?
maaf saya dari Rangkasbitung Lebak-BANTEN
Agustus 19, 2009 pukul 2:38 pm |
http://fuadmuftie.wordpress.com/2006/12/12/cara-mudah-memulai-bisnis-usaha-sambilan/#comment-3127
Agustus 25, 2009 pukul 11:31 pm |
mau tanya,. tau gak tempat agen kue di jakarta.
karena saya rencananya mau sistem konsinyiasi sama mereka.
cmn saya perlu yg tempartnya rame n omset disananya ok/
tanx.
Agustus 25, 2009 pukul 11:32 pm |
mau tanya,. tau gak tempat agen kue di jakarta.
karena saya rencananya mau sistem konsinyiasi sama mereka.
cmn saya perlu yg tempartnya rame n omset disananya ok/
tanx.
Sumatra cake’s
komp. duta mas B1 no 12
September 4, 2009 pukul 3:05 pm |
Dear Pak.Fuad,
Salam kenal….
Nama sya Syavix(Nama panggilan), Saya senang berbisnis asalkan bisnis yg real.Saat ini bisnis yg masih saya jalankan adalah menjadi GENERAL SHIPSUPPLIER dan Expedisi.
Saya senang sekali sharing tentang bisnis baik opini maupun konsinyasi ataupun cooperate.so, Bagi teman2 yg hobinya sama atau senang berbisnis, bisa kirim2an email ataupun telconv.
Saya senang membaca website tentang bisnis termasuk punyanya pak fuad ini. dan melalui blog ini saya ingin sharing dan minta pendapatnya bpk mengenai masalah saya.
Pak fuad , Bisnis yang saya jalankan sebenarnya prospek nya cerah walaupun harus memiliki Modal yang besar, team yang tanggap dan memliki resiko yg lumayan besar pula.apalagi zaman sekarang ini serba credit dg termin 1 – 2 bulan, itupun belum tentu ON TIME.So, Sebenarnya bisnis yg bagus saat ini adalah bisnis cash payment atau Cash and Carry.
Sebenarnya saya enjoy dengan bisnis yang saya jalani sekarang ini namun saya sangat kesulitan untuk bisa cepat maju, sebab saya masih belum mendapatkan info yg bisa memajukan usaha ini (Harus daftar atau register ke London).
Sekarang saya berbisnis apa aja yg bisa menghasilkan UNTUNG Misalnya Investasi Supply barang kekapal (Asing & Lokal) ataupun rent car, mengingat tanggungan saya di bank lumayan besar(Versi saya).
Saya ingin pak fuad membantu saya untuk memberikan solusi bisnis baru yg mungkin bisa di jalani,
Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih dan bagi rekan2 yg senang sharing tentang bisnis bisa kontak2 via email : syavix@xl.blackberry.com;syavix@live.com
September 8, 2009 pukul 2:39 pm |
hallo semua……….kalo perhitungan analisa keuangan warnet seperti apa ?
beserta ROI / BEP?
terimakasih
September 17, 2009 pukul 10:47 am |
wah mante deh mas..
salam.
farcelltronik.com
goedangpulsa.wordpress.com
September 24, 2009 pukul 5:41 pm |
saya mo berbagi info BISNIS yang LAKU TERUS dan MENJANJIKAN…
…. yaitu BISNIS PULSA ELECTRIC….!!!!
cocok dijalankan untuk bisnis utama maupun sampingan, baik pebisnis handal sampai dengan ibu rumah tangga, bisa jualan di toko, kantor, maupun rumah.
bagi pemula maupun senior kalo mo beli deposit pulsa dealer yang murah di HPCPULSA.CO.CC
bisnis pulsa memang enak, kalo ga laku ga basi, bisa dipakai sendiri juga
tiap hari orang pakai HP butuh pulsa seperti butuh nasi
kalo habis pasti isi ulang lagi
selamanya laku terus
lihat di web HPCPULSA.CO.CC
September 27, 2009 pukul 12:23 pm |
ass.aku bingung aku mau mulai usaha apa.untuk sekarang ini aku karyawan warnet.sedang kan aku udah beristri ngandalin gaji perbulan ga memadai buat keluarga saya.jadi aku harus usaha apa?tolong jalan keluar nya,
Oktober 3, 2009 pukul 8:10 pm |
ass, pak, saya seorang mahasiswa tingkat pertama. saya ingin sekali memulai bisnis. bisnis apa yang tepat ya pak?
Oktober 9, 2009 pukul 8:13 am |
bagus artikelnya, kami juga baru belajar bisnis busana muslim, siapa tahu kami bisa titip barang untuk di jual. call : rochmi :081548545676
Oktober 11, 2009 pukul 6:11 am |
Selamat pagi pak Fuad Muftie,
Sudah lama mengunjungi blog bapak, sangat bermanfaat.
Mohon ijin, saya ingin menginformasikan kepada bapak dan semua pengunjung blog yang sering membeli tiket pesawat baik untuk pribadi maupun untuk kantor, relasi, rekanan, saudara, teman, dll. Sekarang anda tidak perlu susah-2, karena anda bisa mencetak sendiri tiket yang anda inginkan langsung dari komputer/laptop anda. Selain itu anda juga berkesempatan menjalankan bisnis Travel Online dan berkesempatan mendapatkan penghasilan yang tidak terbatas. Mohon pelajari dulu di website saya sebelum memutuskan untuk bergabung.
Terima kasih,
Nurokhim
Oktober 17, 2009 pukul 7:02 pm |
capek deh..pada promosi nie….semuanya ni…:(
Oktober 23, 2009 pukul 7:27 am |
saya ragu2 trus terang untu7k membuka suatu usaha tertentu,, pertanyaan saya .. gmna cara kita untuk menyakinkan diri kita biar semangat dan gak bimbang,,,mohon pendapat nya dari bapak…???
Oktober 28, 2009 pukul 6:50 pm |
ass,,wr,wb,
dengan adanya rubrik bolg bapak buat ini saya sangat terkesan untuk memulai usaha,,cumn kendalanya saya masih di luar negeri kerjinsho Allah thn depan pulang,,dan usaha yg saya mau lakoni yg seperti bapak lakoni sekarang,,yg saya mau tanyakan sama bapak adalah bs apa tidak bapak join kerj sama dlm bidang usaha jilbab,busana muslim,maksud saya bapak adalah grosir saya yg menadah barang untuk di jual di pasar,,yg ke 2 adalah masalah pengiriman barangnya gimn pak,,
semoga kita bs bekerja sama
wassalam,,jufry
Oktober 28, 2009 pukul 10:00 pm |
as,,wr,,wb
saya mau buka usaha sendiri tp saya bingung usaha apa yg mau saya jalankan dengan modal yg juga terbatas, bagaimana cara memulai usaha yg baik dan benar
wassalam,,roky
Oktober 29, 2009 pukul 3:33 pm |
dear semuanya,salam sukses.sy ingin bercerita sedikit tentang saya . berawal sewaktu saya masih kuliah saya tidak pernah mencita-citakan menjadi pns, sampai tamat kuliah saya mulai mencari pekerjaan mulai dari pulau sumatera sampai pulaU JAWA , sudah terasa apa yang dinamakan dengan mencari kerja, setiap persinggahan saya , title atau ijazah juga ipk setiap perusahaan hanya menghargai paling tinggi 950rb per bulan bahkan ada yg menghargai 200rb. seiring dengan waktu keluarga saya pun ada yg terkena musibah. akhirnya saya pulang kampung dan mulai mencari kerja di kampung saya, dan hasilnya sama seperti selama ini maklum hidup saya perbulan mungkin hanya hidup dgn pas-pas an shg terbetik hati saya utk memulai usaha , usaha pertama yg saya jalani, adl jualan bensin eceran di pinggir jln (silahkan tertawa), dgn modal yg tak lebih dr 150rb. berjln dgn wkt hasil tersebut mulai saya kembangkan utk buka usaha baru yaitu berjualan pulsa tanpa meninggalkan usaha yg pertama, hasil dr usaha tersebut saya kumpulkan sedikit-demi sedikit dan saya muai membuka usaha yg ketiga yaitu server pulsa,sukses dr server pulsa saya pun mulai mengembangkan lagi membuka usaha warnet alhamdulillah penghasilan saya saat ini perbulan minimal 150jt. dan semua usaha tersebut sampai detik ini tidak ada yg saya tinggalkan bahkan saya menghandle sendiri tanpa karyawan . singkat kata dr usaha usaha yg pernah saya jalani tersebut sangat lah banyak cobaan dan persaingan tapi saya hanya mempunyai satu kata kunci yaitu setiap segala sesuatu pasti ada jln keluarnya . mungkin utk saat ini saya akan mengembangkan usaha lagi dan masih dlm proses pemikiran saya. bagi teman-teman yg mau sharing melalui tlp/sms no saya 085758516789 semangatttt.maaf bagi yg punya blog,kl ada yg kurang berkenan
November 2, 2009 pukul 8:12 am |
Salam kenal Pak Alfin.. saya salut atas hasil kerja keras Bapak sehingga bisa berhasil seperti sekarang. Memang banyak ujian ketika kita memulai usaha, kalo tidak sabar kita bisa berhenti ditengah perjalanan dan akhirnya ga berhasil.. Semoga kita selalu diberi kesuksesan dunia dan akhirat..amin
November 7, 2009 pukul 11:55 am |
salam kenal om alfin..
saya juga lagi berusaha untuk sukses di bisnis online neh..
November 7, 2009 pukul 9:18 pm |
PAK ASLI SYA SOLO TEPATNYA DAERAH SUKOHARJO SY SEKARANG MENJADI TKI DI KOREA INSYAALOH TH DEPAN BLIK KE INDO TPI MAU USAHA JADI BINGUNG TOLONG YA PAK KIRA2 USAHA YG PALING TEPAT UTK DAERAH SOLO APA? YG TIDAK BERISIKO TINGGI MAKLUM PAK SY MASIH BUTA MAU USAHA APA.
November 8, 2009 pukul 5:16 pm |
Salam kenal pak Fuad
Membaca tulisan-tulisan bapak dan komentar dari teman2 semua, saya jadi terinspirasi untuk membuka bisnis..
terima kasih semua…..
November 8, 2009 pukul 11:43 pm |
thanks 4 share
November 11, 2009 pukul 5:30 pm |
salam kenal Om…numpang ngopi artikelnya yah om buat nambah pengetahuan lagi…terimakasih